Artikel

Aktualia

PERKAWINAN LAUT

Dipublikasikan tanggal 23 May 2017

PERKAWINAN LAUT

Pesta Rakyat di Hari Kenaikan Yesus

Hari raya Kenaikan Yesus ke Surga di benua Eropa, terutama di Italia merupakan hari besar yang dirayakan dengan pesta rakyat. Di Venezia sejak berabad-abad lamanya pada hari itu dirayakan pesta rakyat yang disebut “Sposalizio del Mare” yang artinya “Perkawinan Laut”.

Sejarah kegiatan ini bermula dari peristiwa mukjizat yang dialami oleh Pietro Barbo, Uskup Cervia, yang kemudian menjadi Paus Paulus II. Pada hari raya Kenaikan Yesus ke Surga tahun 1445, beliau sedang melakukan perjalanan laut ke Venezia. Di tengah perjalanan terjadi angin ribut. Beliau berhasil meredakan angin ribut dan dengan demikian menyelamatkan kapal dan seluruh penumpangnya, setelah melemparkan cincinnya ke dalam laut.

Ritual pesta “Perkawinan Laut” ini dilaksanakan sebagai berikut. Pada pagi hari diselenggarakan lomba perahu layar yang berwarna-warni. Lewat tengah hari rombongan Bapa Uskup meninggalkan katedral menuju pelabuhan. Di sana beliau naik kapal bersama dengan walikota dan pejabat pemerintah lainnya. Kapal rombongan Bapa Uskup diikuti oleh kapal-kapal umat, sehingga membentuk perarakan kapal di atas air. Di tengah perjalanan Bapa Uskup mengambil sebuah cincin emas yang diukir dengan tulisan “Cervia, Sposalizio del Mare, anno …” (Cervia, Perkawinan Laut, tahun …), lalu melemparkannya ke dalam air sambil mengucapkan berkat:

"Benedici o Signore il Mare Adriatico, in cui i cervesi e quelli che fanno affari con essi sono soliti navigare.... Benedici queste acque, le navi che le solcano, i naviganti, i nocchieri, gli uomini, le merci e tutte le cose che si trasportano per mare........"

(Berkatilah ya Tuhan Laut Adriatik, di mana orang-orang Cervia dan orang-orang yang berdagang dengan mereka, yang memanfaatkan pelayaran … Berkatilah air ini, kapal-kapal yang berlayar di atasnya, para pelayar, para nakhoda, para penumpang, barang-barang dagangan, dan semua yang diangkut lewat laut …)

Segera setelah Bapa Uskup melemparkan cincin tersebut, sejumlah perenang meluncur ke dalam air untuk mengambilnya. Siapa yang berhasil merebut cincin itu, berhak memilikinya.

Di tahun-tahun terakhir para uskup menambahkan rumus permberkatan dengan ribuan orang wisatawan yang memadati pantai dan penginapan di sekitar perairan kota Venezia, terutama pada musim panas. Pada tahun 1986 Santo Yohanes Paulus II menambahkan pesan perdamaian dan pada ritual ini. Nilai simbolik dari pesta rakyat Cervia ini semakin menguat seiring berlalunya waktu dan menjadi inspirasi semua orang dan penumpang di perairan Laut Adriatik dalam semangat persaudaraan umat manusia.