Artikel

Aktualia

BUKA PUASA BERSAMA

Dipublikasikan tanggal 14 June 2017

BUKA PUASA BERSAMA PENGURUS RT / RW 07 

BHINNEKA  TUNGGAL IKA

Sudah menjadi tradisi tahunan Paroki Sunter - Gereja Santo Lukas yang berada di tengah-tengah warga, para Pastor bersama Dewan Paroki Harian (DPH) menjalin tali silaturahmi melalui acara berbuka puasa bersama pengurus RT/ RW dan warga sekitar gereja. 

Sebelum acara buka puasa bersama dari Pastor Yakub melakukan serah terima secara simbolis kepada Bp Saidi (Ketua RT 05) pohon jeruk Sonkit sebanyak 50 pot dan 1.200 polybag bibit bawang/ daun bawang, hal ini menjalankan amanat dari Surat Gembala Bapa Uskup KAJ yaitu menggandeng warga sekitar gereja dan pengurus RT/RW untuk peduli lingkungan hidup.

Baca juga artikel Budaya Hijau & Tanaman Hijau

Acara buka bersama ini dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Juni 2017 bertempat di Kantor Sekretariat RW 07. Hadir dalam acara tersebut warga sekitar gereja bersama seluruh pengurus RT (ada 15 RT) dalam RW 07, acara kali ini terasa istimewa dengan kehadiran Bp Andi Dirham (Lurah Sunter Agung) beserta jajarannya (Bp Suparman, Bp Kusmadi, Bp Amrin), Bp Aipda Sahid (Bimas Sunter) dan juga tokoh masyarakat sekitar gereja, seperti Bp Haji Tamin Sidik, Bp Haji Parmin, Bp Sariyono, Bp Ahmad Susanto dan masih banyak tokoh lainnya.

Sedangkan dari Paroki Sunter hadir: Pastor Yakub, Pastor Robert dan Pastor Gonzales didampingi 5 anggota DPH, Ketua Seksi Keadilan & Perdamaian (Bp Daniel Putra Sentosa), Seksi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakan (Bp. Sergius Suryanto), Kepala Bagian Humas (Bp Bernardus Jeffry Sudiyanto), Kepala Bagian Keamanan (Bp Yohanes Handoko). 

Acara dimulai sekitar pukul 17.25 diawali dengan sambutan dari Bp Andi Dirham (Lurah Sunter Agung), beliau menyampaikan ditengah kondisi negara dan wilayah saat ini, hendaknya semua warga RW 07 tidak mudah terprovokasi olah orang yang tidak bertanggung jawab dan agar senantiasa tercipta kerukunan diantara umat beragama.

Selanjutnya Bp Baedowi (Ketua RW 07) memberikan sambutan dan tausiah, beliau dengan caranya yang khas dan penuh keakraban menceritakan toleransi dan keharmonisan hubungan semua warga dan pengurus RT/ RW dengan umat dan pengurus Gereja St Lukas. Beliau menyatakan bahwa hubungan baik sudah terwujud dari dulu dan menjadi semacam wujud Bhinneka Tunggal Ika yang diterapkan dalam masyarakat, hal ini patut dipertahankan dan jangan sampai ada yang merusaknya. Dalam tausiyahnya Bp Baedowi menyampaikan bahwa hakekat berpuasa adalah control diri atau mengekang hawa nafsu dan hendaknya hal itu diterapkan bukan hanya pada saat berpuasa tapi terlebih penting adalah setelah berpuasa, maksudnya perlu dipraktekkan atau diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai penutup beliau menyampaikan bahwa berbuka puasa adalah untuk orang yang berpuasa, lalu kalau saat ini hadir juga teman-teman yang tidak berpuasa maka disitulah makna dari kebersamaan bisa terwujud.

Azan magrib yang berkumandang menandakan waktu buka puasa, dari  panitia sudah menyiapkan Kurma, teh manis hangat, kolak, es kelapa, es campur dan buah-buahan disiapkan sebagai menu pembukaan, tidak ketinggalan pula gorengan khas Indonesia (tahu isi & pastel). Menu utama untuk berbuka puasa tahun ini dihidangkan secara prasmanan dengan menu sangat bervariasi, mulai dari gulai iga sapi sampai sate kambing pun tersedia.  Ibu-Ibu PKK yang kebagian tugas melayani dengan penuh semangat dan keramahan yang luar biasa. 

Acara berbuka bersama seperti ini adalah sebuah potret kebersamaan, potret nyata Kebhinekaan (Bhineka Tunggal Ika). Acara ini juga wujud kepedulian pihak Gereja yang selama ini menunjukan kedekatan dengan semua saudara yang beragama Muslim dan aparat pemerintah sehingga kehadiran Gereja ditengah-tengah masyarakat yang majemuk dapat menjadi berkat bagi sesama.