Artikel

Renungan

HARI INI TANGGAL 8 SEPTEMBER

Dipublikasikan tanggal 08 September 2017

HARI INI TANGGAL 8 SEPTEMBER

Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria

Hari ini Gereja merayakan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria. Kita memang tidak memiliki informasi biblis dan historis tentang kapan dan di mana Bunda Maria dilahirkan. Hal-hal yang diketahui tentang kelahiran Bunda Maria ditemukan dalam kitab Proto-Injil Yakobus, sebuah kitab apokrif yang telah ada antara tahun 100-200 M. Kitab ini memberikan informasi detail mengenai kelahiran Bunda Maria, ditulis mulai dari bab ke-5 kitab tersebut. Dikisahkan bahwa Santa Perawan Maria merupakan anak dari pasutri Santo Yoakim dan Santa Anna.

Pesta kelahiran Santa Perawan Maria merupakan pesta pertama dalam tahun liturgi Bizantin yang dimulai pada tanggal 1 September. Tahun liturgi Bizantin juga ditutup dengan peringatan terakhir Hari Raya Maria Diangkat ke Surga pada tanggal 15 Agustus. Pesta kelahiran Santa Perawan Maria menjadi penting justru dalam kaitannya dengan kelahiran, kehidupan dan karya penebusan Puteranya, Yesus Kristus. Dalam tradisi Gereja Katolik, ditempatkan juga hari raya Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa pada tanggal 8 Desember. Dengan logika itu, maka pesta kelahirannya ditempatkan pada tanggal 8 September. Pesta ini sudah dirayakan di Gereja Timur sejak abad VI, dan di Gereja Barat sejak abad VII.

Sejak abad V di Yerusalem berdiri Gereja Basilika Santa Anna di dekat situs Kolam Bethesda selepas Pintu Gerbang Domba. Gereja Santa Anna dikenal sebagai tempat yang tenang dan memiliki akustik suara yang istimewa. Ruang bawah tanah menjadi tempat disimpannya Sakramen Mahakudus, didedikasikan untuk menghormati peristiwa kelahiran Maria. Adalah Patriarch Yerusalem Sophronius yang pada tahun 603 menyatakan bahwa di lokasi gereja itulah Santa Perawan Maria dilahirkan. Menurut tradisi, Santo Yoakim adalah pemilik kawanan domba, dan selalu membasuh domba-dombanya di kolam Bethesda sebelum dipersembahkan di Bait Allah.

Gereja Basilika Santa Anna, Yerusalem

Para cendekiawan meyakini bahwa tanggal 8 September dipilih karena pesta Kelahiran Santa Perawan Maria adalah simbol dari permulaan karya keselamatan Allah sehingga layak untuk diperingati pada hari ke-8 dari tahun tersebut, di mana angka 8 dalam Kitab Suci dapat berarti permulaan era baru. Allah mengikat perjanjian dengan Abraham dengan sunat sebagai tandanya, di mana setiap anak laki-laki yang berumur delapan hari harus disunat (bdk. Kej 17:12). Demikian pula kisah Nuh menandai zaman baru dengan delapan orang yang diselamatkan dari air bah (bdk 1 Pet 3:20).

Apa makna peringatan pesta Kelahiran Santa Perawan Maria? Bacaan pertama hari ini dapat diambil dari Mi 5:1-4 atau Rom 8:28-30, sedangkan bacaan Injil diambil dari Mat 1:1-16, 18-23. Bacaan dari kitab Mikha dan Injil Matius berkaitan dengan peristiwa kelahiran Yesus, Sang Juruselamat. Dokumen Konsili Vatikan II Lumen Gentium melukiskannya secara meriah,

Sehubungan dengan penjelmaan Sabda ilahi Santa Perawan sejak kekal telah ditetapkan untuk menjadi Bunda Allah. Berdasarkan rencana penyelenggaraan ilahi ia di dunia ini menjadi Bunda Penebus ilahi yang mulia, secara sangat istimewa mendampingi-Nya dengan murah hati, dan menjadi Hamba Tuhan yang rendah hati. Dengan mengandung Kristus, melahirkan-Nya, membesarkan-Nya, menghadapkan-Nya kepada Bapa di kenisah, serta dengan ikut menderita bengan Puteranya yang wafat di kayu salib, ia secara sungguh istimewa bekerja sama dengan karya juru selamat, dengan ketaatannya, iman, pengharapan serta cinta kasihnya yang berkobar, untuk membaharui hidup adikodrtai jiwa-jiwa. Oleh karena itu dalam tata rahmat ia menjadi Bunda kita. (LG 61)

Bacaan alternatif dari Rom 8:28-20 berbunyi,

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil  sesuai dengan rencana  Allah.  Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula ,  mereka juga ditentukan-Nya  dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya,  supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung  di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula ,  mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya.  Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Bunda Maria merupakan tokoh yang paling sempurna mewakili umat manusia yang mengasihi Allah dan yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sejak semula Allah telah memilih seorang perempuan Yahudi untuk menjadi bunda dari Putera-Nya. Santa Perawan Maria yang sejak semula dipilih oleh Allah, dipanggil untuk mengambil bagian dalam rencana penyelamatan-Nya. Untuk itu Bunda Maria dibenarkan, sejak dalam kandungan ibunya, dia sudah dibebaskan dari noda dosa. Dan karena dia sudah dibenarkan, maka dia juga dimuliakan dengan diangkat ke surga jiwa dan raganya setelah mengakhiri perjalanan hidupnya di dunia.

Rencana penyelamatan Allah tentu saja tidak terlepas dari jawaban “ya” Bunda Maria kepada tugas perutusannya. Dengan menjadi Bunda Sang Penyelamat, umat manusia yang berdosa dijadikan serupa dengan gambar dan rupa Allah, dan dijadikan anak-anak Allah. Memperingati pesta Kelahiran Santa Perawan Maria, sebagai umat beriman kita diharapkan untuk sama seperti Bunda Maria, menjawab “ya” kepada tugas perutusan kita masing-masing di dunia ini. Juga sama seperti Bunda Maria yang melahirkan Kristus ke dunia, kita juga diharapkan untuk “melahirkan Kristus” dengan cara membawa Kristus ke dalam dunia di mana kita berada.