Artikel

Renungan

MEREKA MEMBUTUHKAN DOA-DOA KITA

Dipublikasikan tanggal 02 November 2017

MEREKA MEMBUTUHKAN DOA-DOA KITA

Peringatan Arwah Semua Umat Beriman

Gereja merayakan Peringatan Arwah Semua Umat Beriman setiap tanggal 2 November. Hari ini melengkapi perayaan satu hari sebelumnya yaitu Hari Raya Semua Orang Kudus yang diperingati setiap tanggal 1 November. Tanggal 2 November selalu diantisipasi oleh umat Katolik dengan penuh perhatian. Gereja Santo Lukas menyelenggarakan tiga kali misa yang dari tahun ke tahun selalu dipenuhi umat. Foto-foto orang yang sudah meninggal dan akan didoakan diletakkan di dekat altar.

Mengapa orang Katolik berdoa untuk orang-orang yang sudah meninggal? Katekismus Gereja Katolik memberikan dua pengajaran sbb:

  • Siapa yang mati dalam rahmat dan dalam persahabatan dengan Allah, namun belum disucikan sepenuhnya, memang sudah pasti akan keselamatan abadinya, tetapi ia masih harus menjalankan satu penyucian untuk memperoleh kekudusan yang perlu, supaya dapat masuk ke dalam kegembiraan surga. (KGK 1030)
  • Gereja menghargai peringatan akan orang-orang mati dan membawakan doa dan terutama kurban Ekaristi  untuk mereka, supaya mereka disucikan dan dapat memandang Allah dalam kebahagiaan. Gereja juga menganjurkan amal, indulgensi, dan karya penitensi demi orang-orang mati. (KGK 1032)

Bacaan pertama misa hari ini diambil dari 2 Mak 12:43-46. Ada beberapa pemikiran yang menjadi gagasan teks ini:

  • Perbuatan mengadakan korban penebus salah untuk orang yang sudah meninggal adalah perbuatan yang baik dan tepat, serta mursid dan saleh;
  • apabila dilaksanakan dengan pengharapan bahwa orang yang sudah meninggal akan dibangkitkan dan tersedia pahala yang amat indah untuk orang yang meninggal dengan saleh.
  • Dengan demikian, persekutuan orang kudus, orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, tidak terputus karena kematian.  

Peringatan arwah semua umat beriman dilaksanakan dengan pelbagai bentuk di seluruh belahan bumi. Di beberapa tempat misa diselenggarakan di kuburan, yang dilanjutkan dengan upacara pemberkatan kuburan. Namun, yang paling menarik adalah perayaan hari ini di Mexico, yang dalam bahasa Spanyol disebut “El Día de los Muertos” yang dirayakan dua hari pada tanggal 1 dan 2 November.

Pada hari ini orang hidup menghormati orang yang sudah mati dengan festival dan perayaaan yang meriah. Tradisi ini merupakan peleburan dari tradisi ritual Aztec dengan tradisi Katolik yang dibawa oleh penjajah Spanyol ke negeri ini. Mereka berkeyakinan bahwa orang yang sudah mati tidak senang kalau melihat saudara mereka yang masih hidup berdukacita. Maka, pada tanggal 1 dan 2 November orang yang hidup menjamu orang yang sudah meninggal dengan makanan, minuman, pesta dan kegiatan yang disukai orang yang sudah meninggal ketika mereka masih hidup di dunia. El Día de los Muertos merupakan bukti bahwa kematian adalah bagian yang alamiah dalam kehidupan manusia.

Sebagai simbol yang paling menonjol dalam peringatan El Día de los Muertos adalah tampilnya calacas dan calaveras (rangka dan tengkorak) di mana-mana. Mereka menjadi model dari permen, topeng, boneka dll. Orang juga mengenakan kostum dengan calacas dan calaveras serta bersukacita menikmati kehidupan dengan pakaian-pakaian yang cerah dan penuh kegembiraan.

Maka, tidaklah heran bahwa hari ini dinanti-nantikan oleh umat dengan penuh antusias. Seperti apa yang disampaikan oleh P. Bona dalam khotbah jam tujuh pagi ini; agar kita melupakan arwah sebagai sosok yang tampil mengerikan dengan lidah terjulur dan gigi yang tajam. Bagi orang Kristen kematian bukanlah akhir melainkan permulaan dari sebuah kehidupan baru, yakni kehidupan kekal. Sebaliknya, kita yang masih hidup diingatkan untuk mensyukuri hidup ini sebagai anugerah dari Allah sehingga perlu dijalankan dengan ketaatan kepada Allah dan kasih kepada sesama.

Misa Peringatan Semua Arwah Umat Beriman di Pemakaman Sukun Malang, November 2014

Semarak Peringatan Arwah Semua Umat Beriman di Mexico