Artikel

Aneka Ragam Kegiatan

Lomba Green Photobooth KAJ 2017: Paroki Sunter, Gereja Santo Lukas- Jadilah Ranting Yang Berguna!

Dipublikasikan tanggal 30 December 2017

LOMBA GREEN PHOTOBOOTH KAJ 2017: PAROKI SUNTER, GEREJA SANTO LUKAS - JADILAH RANTING YANG BERGUNA!

Seperti tahun sebelumnya, tahun ini Paroki Sunter, Gereja St. Lukas juga ikut serta dalam Lomba Green Christmas Fotobooth 2017 yang diselenggarakan oleh Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Ketentuan yang disusun oleh panitia lomba antara lain adalah lokasi photobooth berada di beberapa area gereja, berbahan daur ulang ataupun tanaman, di mana bahan-bahan tersebut bisa digunakan kembali setelah lomba selesai. Tahun ini KAJ mengharapkan Seksi Keadilan dan Perdamaian bekerjasama dengan panitia Natal menyiapkan fotobooth beserta dekorasinya. 

Panitia Natal 2017, yakni wilayah St. Fransiskus Asisi mengusung slogan “Jadilah ranting yang berguna!” Slogan ini muncul dari permenungan Injil Yoh 15: 5 – 6: “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.”

Kutipan Injil tersebut melambangkan penyerahan diri ranting kepada pokok sehingga ia menjadi berguna. Dalam ornamen Natal, ranting menunjukkan penyerahan diri, sederhana, alami (apa adanya), damai, dan sukacita. Hal ini mendorong panitia menjadikan ranting cangkang pohon Palem sebagai ornamen utama dekorasi gereja.

Bahan lainnya yang juga digunakan dalam dekorasi ini adalah bambu untuk membuat kereta, rusa, dan pola  partikel es, kain perca untuk membuat bola dan bunga, tanaman hidup, serta kayu untuk membangun kendang Natal. Kain biru tua yang menjadi latar belakang dekorasi sepanjang bagian dalam gereja merupakan pinjaman dari umat dan tidak dipotong agar bisa dikembalikan dan digunakan untuk keperluan lainnya. Ranting dan bambu yang sederhana dicat warna perak untuk mengubahnya terlihat elegan dan mewah. Sesuai dengan slogan yang diusung, ranting yang sederhana melalui penyerahan dirinya kepada Sang Pokok diubah menjadi ranting yang berharga dan mewah!

Hiasan bunga dan bola dari kain perca disatukan dengan ranting yang telah dicat perah, diuntai mengelilingi pagar yang membatasi gereja dengan teras gereja.

Area photobooth yang disediakan oleh panitia Natal antara lain adalah kandang Natal, Taman St. Fransiskus Asisi, taman disekitar patung St. Lukas, Patung Yesus di dalam gereja, dan Altar (sesuai dengan batas suci).

Taman St. Fransiskus Asisi yang dihiasi oleh tiga ekor rusa yang terbuat dari bambu yang dicat perak dan diberi lampu

Para pastor, frater dan dewan paroki berfoto bersama di Taman Fransiskus Asisi

Kandang Natal yang dibuat dari kayu bekas dan ranting.

Dekorasi di sekitar patung Yesus dengan tanaman hias

Dekorasi Altar dan Kandang Natal