Artikel

Renungan

MENGENAL HEWAN ANJING DALAM KITAB SUCI

Dipublikasikan tanggal 02 January 2018

MENGENAL HEWAN ANJING DALAM KITAB SUCI

Tahun 2018 Tahun Anjing Tanah

Anjing adalah sahabat manusia yang paling setia. Sudah banyak kisah tentang kesetiaan anjing terhadap manusia. Para peneliti di National Autonomous University of Mexico di Queretaro memindai otak tujuh ekor anjing dan menyimpulkan bahwa ketika anjing melihat wajah manusia, terjadi perubahan seketika di beberapa bagian otak mereka. Bagian yang paling menunjukkan perubahan adalah bilateral temporal cortex, yakni bagian otak yang memproses sensor masukan untuk membentuk memori dan emosi. Perubahannya pun menuju ke arah yang positif dan hal ini tercermin dari perilaku ceria si anjing. Hal ini tidak terjadi apabila anjing ditunjukkan gambar lain.

Otak Anjing Responsif Ketika Melihat Manusia

Namun, masyarakat Yahudi kuno memiliki pandangan yang sangat berbeda tentang anjing. Kurang lebih 400 spesies anjing yang ada sekarang berasal dari nenek moyang yang sama yaitu serigala atau anjing hutan. Kebiasaan memelihara anjing sebagai binatang peliharaan kemungkinan dimulai sejak 12.000 tahun silam. Kemampuan anjing untuk menyalak membuat mereka cocok untuk menemani manusia ketika berburu atau menggembalakan binatang. Yes 56:11 dan Ayb 30:1 mencatat bahwa anjing sudah dimanfaatkan oleh masyarakat Yahudi kuno untuk menggembalakan kambing dan domba.

Kutipan-kutipan dalam Kitab Suci juga menyiratkan bahwa tindakan menyiksa anjing seperti memukul atau menarik telinganya dianggap hal yang biasa (bdk. 1 Sam 17:43; Ams 26:17). Apabila seorang manusia dibandingkan dengan anjing atau dipanggil sebagai anjing, hal itu berarti bahwa status orang itu sangat rendah (bdk. 2 Raj 8:13; Kel 22:31; 2 Sam 3:8; Ams 26:11; Pkh 9:4; 2 Sam 9:8). Dalam Perjanjian Baru orang jahat dipanggil sebagai anjing (bdk. Why 22:15)

Mengapa anjing dibenci oleh masyarakat Yahudi kuno? Menurut hipotesis para ahli, karena pada saat itu anjing sering berkeliaran dan biasanya bergerombol. Dalam Kitab Suci dicatat bahwa anjing sering melahap mayat (bdk. 1 Raj 14:11; 16:4; 21:19, 23-24; 22:38; 2 Raj 9:10, 36). Kisah yang paling terkenal tentang mayat yang dilahap oleh anjing tentu saja adalah mayat raja Ahab dan istrinya Izebel. Hukuman ini setimpal dengan kekejian mereka merancang kematian Nabot.

Mayat Izebel Dilahap Anjing

Bukti-bukti peninggalan arkeologi menunjukkan bahwa masyarakat negeri tetangga Israel sudah mulai memelihara anjing sebagai binatang peliharaan, namun hal itu baru terjadi pada zaman Persia dan Yunani. Kata “anjing” dalam bahasa Ibrani adalah “keleb” (כָּ֫לֶב). Dari akar kata yang sama kita mengenal kata “Kaleb“( כָּלֵב). Mengingat bahwa anjing sangat direndahkan bahkan dibenci oleh masyarakat Yahudi kuno, kemunculan seorang pengintai bernama Kaleb tentu cukup mengejutkan (bdk. Bil 13:6).

Ketika bangsa Israel mempersiapkan diri memasuki Tanah Terjanji, Musa mengutus seorang mata-mata dari setiap suku untuk mengamat-amati bagaimana keadaan negeri Kanaan. Kaleb adalah mata-mata dari suku Yehuda. Ketika para pengintai ini kembali, mereka memberikan laporan bahwa negeri Kanaan memang berlimpah susu dan madunya, namun bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar. Bangsa Israel tidak mau maju untuk menghadapi penduduk Kanaan, namun Kaleb menenteramkan hati bangsa Israel dan meyakinkan mereka untuk maju dan menduduki negeri Kanaan. Tuhan menghargai kesetiaan Kaleb dengan mengizinkannya masuk Tanah Terjanji bersama Yosua (bdk. Bil 14:24). Yosua menganugerahkan daerah Hebron menjadi milik pusaka Kaleb (bdk. Yos 14:14).

Satu kisah lagi yang menarik tentang anjing adalah kehadiran seekor anjing sebagai teman perjalanan Tobia dan malaikat Rafael (Tob 6:1, 11:4). Selain menjadi teman perjalanan, anjing tersebut tidak diceritakan melakukan perbuatan apa pun juga, termasuk ketika Tobia diserang oleh seekor ikan besar di sungai Tigris. Para ahli mencoba menganalisis kehadiran anjing dalam kitab Tobit, namun belum mencapai kesepakatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kitab Suci memang menempatkan anjing sebagai salah satu hewan yang kurang atau tidak dihargai. Namun, anjing tetap dapat menjadi sahabat manusia karena dapat menjadi penjaga kawanan ternak atau menjadi teman seperjalanan yang setia.

Anjing Menemani Perjalanan Tobia dan Malaikat Rafael

Tahun 2018 ini menurut penanggalan Tiongkok adalah Tahun Anjing Tanah. Anjing adalah shio yang paling supel dan disenangi oleh shio lain. Ibaratnya Anjing adalah shio yang selalu cocok dengan shio lain. Sementara unsur tanah menjadikan anjing adalah sebagai shio yang kerap memberi nasihat dan berkeadilan. Tanah juga memberinya kekuatan sebagai pemikir yang luhur dan akan patuh dengan aturan-aturan. Selamat memasuki Tahun Anjing Tanah!