Artikel

Renungan

UNIKNYA INJIL MARKUS

Dipublikasikan tanggal 09 January 2018

UNIKNYA INJIL MARKUS

Memiliki Dua Penutup

Mulai tanggal 3 Desember 2017 sampai dengan 1 Desember 2018 penanggalan liturgi Gereja Katolik menggunakan tahun B/II. Injil Markus dibacakan sepanjang tahun liturgi B. Ketika membaca Injil Markus sampai selesai, pembaca langsung merasakan perbedaannya dengan injil-injil lain, terutama akhir atau penutup injilnya.

Banyak orang mengira bahwa keempat injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes disusun secara kronologis, hal mana berarti bahwa Injil Matius adalah injil yang paling tua. Pendapat ini keliru karena hampir semua ahli kitab suci dan ahli sejarah sepakat bahwa Injil Markus adalah injil yang paling tua.

Injil Markus terdiri dari 16 bab dan merupakan injil yang terpendek dibandingkan dengan Matius (28 bab), Lukas (24 bab) dan Yohanes (21 bab). Hal yang paling menarik untuk disimak dari injil ini adalah bagian awal dan akhirnya. Injil ini tidak berbicara apa pun tentang kelahiran Yesus dari seorang perawan, bahkan tidak berbicara sama sekali tentang kelahiran-Nya. Nama Yusuf, suami Maria tidak pernah tercatat dalam Injil Markus. Dalam injil ini Yesus disebut sebagai “anak Maria”(bdk. Mrk 6:3).

Yang lebih menarik lagi adalah bagaimana penulis Injil Markus mengakhiri injilnya. Injil Markus memiliki dua penutup, yang sering disebut sebagai penutup pendek dan penutup panjang. Penutup pendek Injil Markus berakhir di Mrk 16:8b yang berbunyi, “Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun juga karena takut.” Penutup pendek Injil Markus tidak menceritakan apa pun juga tentang penampakan Yesus yang bangkit setelah beberapa orang wanita menemukan makam Yesus yang sudah kosong. Penutup ini ditemukan dalam manuskrip Injil Markus yang paling tua, misalnya Codex Sinaiticus dan Codex Vaticanus.

Singkatnya penutup pendek Injil Markus telah menginspirasi beberapa editor di kemudian hari untuk menambahkan beberapa ayat (Mrk 16:8c-20) yang lazim disebut sebagai penutup panjang.

Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena.  Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.  Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.  Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya.  Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.  Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.  Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda  ini akan menyertai  orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan   demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru   bagi mereka,  mereka akan memegang ular ,  dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya  atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."  Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga,  lalu duduk di sebelah kanan Allah.  Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tandai  yang menyertainya. (Mrk 16:9-19)

Seorang ahli Kitab Suci Bruce Metzger dalam bukunya “A Textual Commentary on the Greek New Testament” menulis sebagai berikut, “Klemen dari Alexandria and Origenes [awal abad ketiga] tidak mengenal ayat-ayat dalam penutup panjang; bahkan Eusebius dan Heronimus menyatakan bahwa penutup panjang Injil Markus (Mrk 16:8c-20) tidak tercantum dalam seluruh naskah Injil Markus yang mereka kenal”. Gaya bahasa Yunani penutup panjang jelas tidak sama dengan gaya bahasa Injil Markus. Penutup panjang nampaknya mengutip keterangan dari injil-injil lain Matius (warna kuning dalam teks di atas), Lukas (warna biru) dan Yohanes (warna merah). Upaya editor untuk mempermanis akhir injil Markus dengan penutup panjang rupanya cukup berhasil. Penutup panjang ada di terjemahan Injil Markus versi King James Version yang merupakan terjemahan paling populer di kalangan umat Kristen Protestan dan juga dalam terjemahan Latin Vulgata yang dipergunakan oleh umat Katolik.

Banyak ahli sejarah maupun ahli Kitab Suci berupaya meneliti mengapa Injil Markus diakhiri dengan penutup pendek. Ada beberapa pendapat, namun satu pendapat ini layak untuk disimak. Menurut Injil Markus, pada malam terakhir Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea.” (bdk. Mrk 14:28). Sidang pembaca Injil Markus meyakini bahwa Yesus akan bangkit dan mereka akan melihat-Nya di Galilea. Penampakan Yesus yang bangkit terjadi di Galilea dan keyakinan ini juga tercatat dalam kitab apokrif Injil Petrus. Menurut kitab ini, para murid kembali ke rumah mereka di Galilea dengan penuh kesedihan pada hari kedelapan Hari Raya Roti Tak Beragi. Mereka kembali ke pekerjaan mereka dan pada saat itulah mereka melihat Yesus yang bangkit. Hal yang menarik adalah bahwa tradisi ini juga muncul di akhir Injil Yohanes bab 21 dan juga Injil Matius pun mencatat perjumpaan para murid dengan Yesus yang bangkit di salah satu bukit di Galilea (bdk. Mrk 28:16-17). Oleh sebab itu, Gereja mengakui baik penutup pendek maupun penutup panjang sebagai teks yang diinspirasikan oleh Roh Kudus.