Artikel

Renungan

SIAP-SIAP MENJADI PRODIAKON

Dipublikasikan tanggal 23 January 2018

SIAP-SIAP MENJADI PRODIAKON

Karya Kerasulan yang Mulia

Prodiakon adalah yang awam yang tugas-tugasnya ditetapkan oleh Pastor Paroki dan Uskup, antara lain yang utama adalah membantu pastor dalam membagi komuni kepada umat dalam suatu Perayaan Ekaristi, memimpin ibadat Perayaan Sabda, dan mengantarkan komuni kepada umat yang sedang menderita sakit. Sering juga, prodiakon mendapat tugas dalam upacara penguburan di pemakaman. Kata “prodiakon” berasal dari kata “pro”, (Latin, artinya “demi”) dan kata “diakon” yang berarti “melayani”. Dengan demikian kata “prodiakon” dapat diartikan sebagai “untuk melayani”, karena tugas-tugasnya terutama adalah untuk melayani umat dalam berbagai kepentingan yang berkaitan dengan kehidupan beragamanya.

Ada dua pertimbangan teologis yang mendasari penugasan prodiakon, yaitu:

  1. Berkat imamat umum melalui sakramen-sakramen inisiasi: baptisan, krisma dan ekaristi. Partisipasi awam dalam liturgi Gereja mengalir dari hakikat imamat umum yang dimiliki seorang beriman berkat sakramen baptisan dan krisma yang diterimanya.
  2. Tuntutan hakikat liturgi sebagai perayaan Gereja. Perayaan liturgi merupakan perayaan seluruh Gereja. Upacara-upacara bukanlah tindakan perorangan dari pastor saja, melainkan melibatkan semua anggota tubuh Gereja dengan berbagai peran yang berbeda. Dengan demikian, prodiakon merupakan perwujudan dari peran serta umat beriman secara sadar dan aktif dalam liturgi Gereja.

Prodiakon tidak ditahbiskan dan statusnya tetap awam. Prodiakon hanya dilantik secara biasa oleh uskup atau oleh pastor atas nama uskup. Seorang prodiakon harus memiliki nama baik sebagai pribadi maupun keluarga, mempunyai penampilan layak dan diterima oleh umat, serta didukung oleh keluarga (bdk. 1 Tim 3:1-13, Tit 1:5-16). Tugas dan kewenangannya yang diberikan kepadanya pun terbatas hanya di parokinya saja, dan hanya untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun, namun dapat dipilih kembali.

Sejarah mencatat bahwa sejak kurang lebih tahun 250 sudah ada orang-orang yang membantu imam untuk melayani dalam perayaan-perayaan ibadat. Peran serta prodiakon dalam kehidupan menggereja dapat kita renungkan dari beberapa teks Kitab Suci berikut:

  1. Yoh 1:1-5, 8:12 - Tugas prodiakon adalah membantu umat beriman untuk mengalami perjumpaan dengan Kristus,  “Sang Terang Dunia”.
  2. Mat 5:14-16 - Karena kita adalah pengikut Sang Terang Dunia, maka kita juga diutus untuk menjadi terang dunia dan hendaknya terang kita bercahaya di depan semua orang. Ketika seseorang dibaptis, dia akan menerima sebuah lilin, dan mungkin pastor yang membaptis akan berdoa dengan kata-kata dari teks ini. Seorang prodiakon melaksanakan tugas yang senantiasa membuat terang pembaptisannya tetap bercahaya, dan juga mengundang umat beriman lainnya untuk melakukan hal yang sama.
  3. Im 6:12-13 - yang berbicara tentang hukum kurban bakaran. Api mezbah harus tetap menyala dan jangan dibiarkan padam. Seorang prodiakon menjalankan tugas menjaga agar api tetap menyala, baik api altar maupun api kasih Allah.

Melayani Kristus sebagai prodiakon merupakan suatu karya kerasulan yang sungguh mulia karena berkaitan erat dengan puncak perayaan iman umat Katolik, yaitu Ekaristi Kudus. Seorang prodiakon menjalankan tugas mulia sebagai pelayan Tubuh Kristus karena itu merupakan anugerah Allah sepenuhnya atas dirinya. Semoga Saudara/Saudari yang membaca renungan ini terpanggil untuk menjadi prodiakon! Paroki Sunter baru memiliki 55 orang prodiakon dan tentu saja jumlah ini masih jauh dari mencukupi. Selamat mendaftarkan diri menjadi calon prodiakon!