Artikel

Aneka Ragam Kegiatan

PERINGATAN HARI ORANG SAKIT SEDUNIA XXVI

Dipublikasikan tanggal 10 February 2018

PERINGATAN HARI ORANG SAKIT SEDUNIA XXVI

Jangan Lupakan Pengabdian kepada Orang Sakit

Untuk kedua kalinya Paroki Sunter memperingati Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS) dengan menyelenggarakan misa dengan tiga intensi khusus: 1) berdoa secara khusus dan tulus untuk mereka yang sakit; 2) mengundang semua orang Kristiani untuk merefleksikan dan menanggapi penderitaan manusia; 3) mengakui dan menghormati semua orang yang bekerja dan melayani dalam bidang kesehatan dan sebagai pemerhati kesehatan. Hari Orang Sakit Sedunia (World Day of the Sick) ditetapkan Paus Yohanes Paulus II pada 13 Mei 1992, dan mulai dirayakan pada 11 Februari 1993. 

Tanggal 11 Februari adalah juga Pesta Bunda Maria dari Lourdes, oleh karenanya dipilih menjadi HOSS karena banyak peziarah dan pengunjung ke Lourdes yang telah disembuhkan melalui doa-doa Bunda Perawan. Pemilihan tanggal 11 Februari juga punya makna mengikutsertakan Bunda Maria dalam permohonan akan kesembuhan. Tema Hari Orang Sakit Sedunia tahun ini ditetapkan dari kata-kata yang diucapkan Yesus dari atas salib kepada Maria, Ibu-Nya, dan Yohanes: “Ibu, inilah anakmu… Inilah ibumu. Dan sejak saat itu, murid itu menerima dia di dalam rumahnya.” (Yoh 19:26-27). Panggilan keibuan Gereja kepada mereka yang berkekurangan dan orang sakit telah menemukan ungkapannya yang nyata di sepanjang sejarahnya 2000 tahun dalam rangkaian prakarsa-prakarsa yang menakjubkan atas nama orang sakit. Sejarah pengabdian ini janganlah dilupakan. Prakarsa itu harus terus dilanjutkan sampai selamanya di seluruh dunia.

Seperti biasa peringatan HOSS di Paroki Sunter dilaksanakan oleh Seksi Lansia Dun Scotus lengkap dengan paduan suara dan tim angklungnya. Hadir pula para dokter dan pengurus seksi Kesehatan serta para anggota prodiakon. Ratusan orang umat menghadiri misa HOSS ini dan puluhan orang umat menerima sakramen pengurapan orang sakit. P. Yakub Janami Barus, OFMConv berkenan memimpin misa HOSS XXVI dan P. Marselinus Damanik, OFMConv membantu pelayanan pada saat menerimakan sakramen Pengurapan Orang Sakit.