Artikel

Aktualia

PESTA TRANSLASI SANTO ANTONIUS DARI PADUA

Dipublikasikan tanggal 27 February 2018

PESTA TRANSLASI SANTO ANTONIUS DARI PADUA

Lebih Dikenal sebagai “Pesta Lidah Santo Antonius dari Padua”

Pada tanggal 8 April 1263, Minggu Paskah II, dilakukan penggalian makam Santo Antonius.  Peti jenazah orang kudus ini akan dipindahkan ke tempat yang lebih bermartabat, di bawah altar basilika besar seperti sekarang ini, yang pada saat itu sedang dalam masa pembangunan.  Pada saat itu hadir Santo Bonaventura dari Bagnorea, jenderal ketujuh dari Ordo Saudara Dina. Ketika peti jenazah dibuka, ditemukan bahwa tubuh Santo Antonius telah menjadi debu, tetapi lidahnya masih segar, merah dan utuh seperti baru saja dimakamkan. Santo Antonius meninggal pada tanggal 13 Juni 1231, hal ini berarti bahwa beliau sudah dimakamkan selama 32 tahun.

Peristiwa ini dituliskan dalam kesaksian paling tua “la Benignitas”, sepuluh tahun setelah peristiwa ini terjadi. Di dalam Basilika Santo Antonius di Padua juga terdapat sebuah teks pujian terhadap sang santo, yang ditulis pada akhir abad XIII dan menginformasikan bahwa bukan hanya para imam yang menyaksikan hal ini, melainkan pula banyak awam, terutama dua belas umat beriman yang dipiih oleh kota Padua, yang kemudian membuat laporan kesaksian kepada Bapa Suci. Selain itu, tulisan lain “la Raimondina” mencatat bahwa lidah sang santo yang merupakan sangkakala Kristus, bejana Roh Kudus dan tiang perunggu Kemah Suci, ditemukan sangat utuh dan nampak seperti lidah seorang manusia yang masih hidup. Pesta “lidah yang terberkati” (Festa della Lingua), seperti seruan Santo Bonaventura pada saat melihatnya, atau Pesta Translasi Santo Antonius dari Padua (Traslazione del Santo) dirayakan setiap tanggal 15 Februari.

Tahun ini perayaan ekaristi memperingati Pesta Lidah Santo Antonius dari Padua dipimpin oleh P. Giovanni Voltan, OFMConv, Minister Provinsial dengan misa kantata (misa yang dinyanyikan) bersama Capella Musica Antoniana pada hari Minggu tanggal 18 Februari 2018 jam 17.00 waktu setempat. Dalam homilinya, P. Voltan menyerukan bahwa “kita harus membuat pilihan, segala pencobaan dan keletihan menyampaikan jati diri kita”. Homili yang berapi-api ini diikuti dengan perarakan relikui Santo Antonius dari Padua. Pesta Translasi atau Pesta Lidah  adalah peringatan Santo Antonius selain tanggal 13 Juni. Tahun ini sebanyak dua ribu umat memadati Basilika dan mengikuti perarakan sambil bernyanyi dan mendaraskan litani. Para saudara dina yang melayani di Basilika Santo Antonius dari Padua mencatat jumlah peserta gerakan rohani pada tahun 2017: 3,5 juta pengunjung, yang berasal dari 77 negara mulai dari Albania hingga Vietnam.

Sumber: http://www.francescaninorditalia.net/