Artikel

Aktualia

PERINGATAN SANTO ANTONIUS DARI PADUA

Dipublikasikan tanggal 14 June 2018

PERINGATAN SANTO ANTONIUS DARI PADUA

Puncak Peringatan di Basilika Padua 13 Juni 2018

Peringatan Santo Antonius dari Padua mencapai puncaknya dengan perayaan Ekaristi pada jam 17.00 waktu setempat (jam 22.00 WIB) yang dipimpin oleh P. Giovanni Voltan, OFMConv, Minister Provinsi Padua. Hadir pula dalam perayaan Ekaristi tersebut Mgr. Fabio Dal Cin, Uskup Agung Prelatus Loretto, delegatus kepausan untuk Basilikia Santo Antonius di Padua. Misa kali ini secara khusus diperuntukkan bagi kaum muda seiring dengan rencana Paus Fransiskus untuk menyelenggarakan sinode bagi kaum muda. Orang muda Katolik menemukan dalam diri Santo Antonius sebuah teladan hidup dan antusiasme.

P. Giovanni Voltan, OFMConv Memimpin Misa Peringatan Santo Antonius

Misa dimeriahkan oleh paduan suara Cappella Musicale Antoniana. Tiga bacaan Kitab Suci direnungkan dan masing-masing diambil dari kitab Kebijaksanaan, Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus dan Injil Markus. Dalam homilinya P. Voltan menceritakan tiga tokoh yang meninggal dalam usia relatif muda, namun menjadi bukti nyata bahwa mereka adalah anak-anak rohani Santo Antonius. Pertama, P. Tonino Bello, seorang uskup yang memimpin gereja dengan kerahiman dan perhatian terhadap mereka yang membutuhkan uluran tangan. P. Tonino Bello meninggal dalam usia 58 tahun tepat 25 tahun yang lalu. Dalam rangka peringatan wafatnya yang ke-25 tahun, Paus Fransiskus berkenan berziarah ke makamnya di Alessano Lecce. Kedua, P. Placido Cortese, mantan direktur Messagero di Sant’Antonio, yang wafat pada usia 37 tahun. Beliau wafat sebagai martir dalam perang dunia kedua setelah dikhianati oleh rekannya sendiri dan ditangkap oleh Gestapo, untuk kemudian disiksa sampai mati. Ketiga, seorang remaja bernama Carlo Acutis, yang pernah berkunjung ke Padua didampingi ibunya. Dia meninggal karena sakit leukemia pada usia 16 tahun. Remaja ini menjadi terkenal karena kegigihannya dan cintanya kepada ekaristi sehingga mendokumentasikan mukjizat-mukjizat ekaristi di seluruh dunia dalam situs webnya.

Basilika Santo Antonius Penuh Sesak dengan Umat

Setelah perayaan ekaristi berakhir, acara dilanjutkan dengan prosesi relikui Santo Antonius yang diikuti oleh kurang lebih 70 organisasi dunia mengelilingi kota Padua. Relikui Santo Antonius yang paling terkenal adalah lidahnya, namun dengan alasan fragilitas, tahun ini relikui yang diarak adalah dagu dan jari telunjuk dari orang kudus ini. Relikui dagu diusung oleh “pasukan khusus” yang dinamakan I Macellai e Militi dell’Immacolata, sementara relikui jari dibawa oleh P. Giovanni Voltan sendiri.

Sejak tanggal 1 sampai 13 Juni (lazim disebut periode Tredicina), kurang lebih 45 ribu peziarah memasuki Basilika dan 50 ribu peziarah lainnya memasuki Cappella del Tesoro. Sepuluh ribu potong roti Santo Antonius dibagikan di Basilika pada tanggal 13 Juni 2018. Sepuluh ribu hosti dibagikan kepada umat pada hari peringatan Santo Antonius Padua di Basilika dari keseluruhan 28 ribu hosti yang dibagikan selama periode Tredicina.

Perarakan Relikui Santo Antonius