Artikel

Renungan

SILSILAH YESUS KRISTUS MENURUT INJIL MATIUS

Dipublikasikan tanggal 09 November 2018

SILSILAH YESUS KRISTUS MENURUT INJIL MATIUS

Memasuki Masa Adven 2018

Tanpa terasa sebentar lagi kita akan memasuki Masa Adven, yang pada tahun 2018 ini akan dimulai pada tanggal 2 Desember. Kalau kita menyimak bacaan-bacaan liturgis pada masa Adven, kita akan melihat bahwa mulai tanggal 17 Desember bacaan-bacaan liturgis dipusatkan pada kedatangan Putera Allah sebagai Anak Manusia di tengah dunia. Maka, tidak mengherankan kalau bacaan Injil pada tanggal 17 Desember 2018 diambil dari Mat 1:1-17 yang berbicara tentang silsilah Yesus Kristus.

Dalam injil ada dua versi silsilah Yesus Kristus, silsilah yang lain tercatat dalam Luk 3:23-38. Ada perbedaan-perbedaan dalam genealogi Yesus menurut Matius dan Lukas, namun kali ini kita akan mempelajari silsilah Yesus dalam Matius saja. Perikop ini dimulai dengan pernyataan, “Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.” (Mat 1:1) Kalimat pembuka ini mengingatkan kita akan silsilah-silsilah yang banyak terdapat dalam kitab Kejadian, misalnya Kej 5:1 tentang keturunan Adam. Sejak awal Matius memperkenalkan Yesus dengan gelar “Kristus” (Yun. Christos) yang artinya “Yang Diurapi”. Dengan gelar inilah Matius menjelaskan sabda dan karya Yesus di seluruh injilnya.

Bahwa Yesus adalah keturunan Abraham dan Daud merupakan kredensial bagi-Nya untuk menjadi Mesias (Mat 1:1, 16). Allah menjanjikan kepada Abraham bahwa raja-raja akan muncul dari garis keturunan Abraham (Kej 17:6). Kemudian, Allah menjanjikan bahwa kerajaan Daud akan kokoh selama-lamanya (2 Sam 7:16, Mzm 89:3-4). Silsilah Yesus menurut Matius bersumber pada Abraham, bapa bangsa Israel, sedangkan silsilah menurut Lukas mengembalikan Yesus kepada Adam, bapa segala bangsa (Luk 3:23-38).

Hal lain yang menarik adalah hadirnya nama para wanita (Tamar, Rahab, Rut dan isteri Uria) dalam silsilah Yesus. Meskipun hadirnya nama para wanita dalam silsilah bangsa Yahudi pada zaman itu kurang lazim, namun bukan berarti tidak pernah ada, misalnya hadirnya nama “gundik Abraham” dalam daftar keturunan Abraham (1 Taw 1:32, bdk. 39, 50, 2:4). Keempat wanita ini merupakan orang-orang non Yahudi (Kanaan, Kanaan, Moab, dan Het). Tiga wanita kecuali Rut dihubungkan dengan imoralitas seksual (Kej 38:12-26, Yos 2:1, 2 Sam 11:2-5). Ketidaklaziman ini mungkin mencerminkan sebuah strategi apologetik:

  1. Darah non Yahudi dalam diri Yesus merupakan pralambang dari jangkauan Injil yang merangkul seluruh bangsa, pria maupun wanita (Mat 28:19)
  2. Kehadiran nama empat orang wanita dalam generasi sebelum Salomo tidak mendiskualifikasi Salomo sebagai Putera Daud. Dengan demikian, kehadiran nama mereka juga tidak mendiskualifikasi Yesus sebagai Putera Daud.
  3. Kelahiran Salomo akibat skandal seksual antara Daud dan istri Uria (2 Sam 11) sangat kontras dengan kelahiran Yesus dari Roh Kudus oleh seorang perawan (Mat 1:18)

Mat 1:16 memiliki keunikan dibandingkan dengan ayat-ayat sebelumnya. Yusuf tidak disebut “memperanakkan Yesus”, melainkan hanya “suami Maria”. Catatan ini mempersiapkan kelahiran Yesus oleh seorang perawan (Mat 1:18-25). Meskipun demikian, Yusuf adalah ayah yang sah dari Yesus dan menjalankan tugasnya sebagai bapa dengan memberi nama kepada bayi Yesus (Mat 1:25) dan kemudian melindungi keluarga kudus (Mat 2:13-22). Mengikuti adat istiadat Yahudi, Yesus menjadi keturunan Daud mengikuti Yusuf.

Matius membagi silsilah Yesus dalam tiga rangkaian yang terdiri dari 14 keturunan. Mengapa Matius menekankan angka empat belas? Dia ingin membuktikan bahwa Yesus adalah raja dari kerajaan Daud yang baru:

  1. Dalam silsilah hanya nama Daud dan Yesus yang dilengkapi dengan gelar (“raja”, Mat 1:6, “Kristus”, Mat 1:16)
  2. Nama Daud tercatat dalam urutan ke-14.
  3. Nama Daud dalam bahasa Ibrani דוד memiliki nilai numerik 14.

Secara keseluruhan ada 3 kali 14 keturunan dari Abraham kepada Yesus atau 42 keturunan. Menurut St. Heronimus dalam Epist. ad Fabiolam, ke-42 keturunan dalam silsilah Yesus melambangkan 42 perkemahan bangsa Israel mulai keluar dari Mesir sampai masuk ke Tanah Terjanji, seperti dicatat dalam Bil 33, mulai dari Rameses sampai dengan dataran Moab. Generasi-generasi mulai dari Adam sampai dengan Yesus melambangkan karya penyelamatan dunia dari perbudakan dosa menuju Kerajaan Surga.

Silsilah Yesus Kristus menurut Injil Matius (Sumber: www.mirifica.net)

Satu hal lagi tidak dapat dilupakan. Bangsa Israel dibuang ke Babel pada tahun 586 SM. Sejak saat itu dinasti kerajaan Daud hancur dan tidak ada keturunan sah raja Daud yang mengisi takhta. Yesus hadir sebagai Raja Mesias yang ditunggu-tunggu (Mat 21:4-5). Dia menggenapi nubuat Yesaya bahwa “suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai …” (Yes 11:1).

Apa yang dapat kita renungkan dari silsilah Yesus? Bahwa semua orang, baik laki-laki maupun perempuan yang tercatat dalam silsilah Yesus Kristus merupakan bagian dari rencana Allah untuk menyelamatkan dunia melalui Putera-Nya. Silsilah-Nya berisikan tidak sedikit nama orang berdosa, namun Ia sendiri bebas dari segala dosa. Maka, dalam masa Adven di mana kita mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Allah Putera, marilah kita memohon kepada Allah agar mampu mematahkan segala mata rantai dosa yang membelenggu kita selama ini. Kita juga berdoa agar dimampukan untuk melihat hikmat dari rencana sempuna Allah yang merajut peziarahan kita menuju kebahagiaan kekal di surga.