Artikel

Renungan

MASA ADVEN

Dipublikasikan tanggal 30 November 2018

MASA ADVEN

Bagaimana dan Kapan Mulai Dirayakan?

Kedatangan Putera Allah ke dunia adalah satu kejadian yang sekian dahsyat, sehingga Allah hendak mempersiapkannya selama berabad-abad …” (Katekismus Gereja Katolik 522). Gereja mengaktualisasikan penantian kedatangan Mesias ini dengan cara merayakan liturgi Adven setiap tahun. Bagi Gereja Barat, masa Adven juga menandai dimulainya tahun liturgi baru.

Sejarah Adven memang tidak begitu jelas. Istilah adventus sudah dikenal dalam kehidupan Gereja sejak abad-abad pertama. Terjemahan Kitab Suci dalam bahasa Latin Vulgata menggunakan istilah adventus untuk menyatakan kedatangan Putra Allah ke dunia dalam dua dimensi: kedatangan-Nya yang pertama dalam daging atau inkarnasi dan kedatangan-Nya yang kedua dalam kemuliaan atau akhir zaman (parousia).

Masa Adven merupakan salah satu dari elemen terakhir yang menjadi bagian dari tahun liturgi (abad V). Nampaknya sejak akhir abad IV dan sepanjang abad V, ketika peran pesta Natal dan Epifani bertambah besar dalam kehidupan manusia, beberapa gereja partikular mulai merasakan kebutuhan untuk mendedikasikan sejumlah hari untuk mempersiapkan perayaan kedua hari raya ini.

Kutipan pertama tentang praktik masa Adven ditemukan dalam Kanon 4 Konsili Zaragoza pada tahun 380, “Selama dua puluh satu hari, mulai tanggal 17 Desember, tidak diizinkan absen dari gereja, melainkan wajib pergi ke gereja setiap hari.” (H. Bruns, Canones Apostolorum et Conciliorum II, Berlín, 1893, 13-14). Kemudian, dalam Konsili Tours (563 M) dan Macon (581 M) dibicarakan mengenai beberapa tindakan saleh yang dilakukan sebelum hari Natal. Dalam Kanon 17 Konsili Tours dicatat, “para biarawan wajib berpuasa setiap hari selama bulan Desember sampai hari Natal.” Di lain tempat, Kanon 9 Konsili Macon menginstruksikan kepada kaum klerus, dan juga kepada seluruh umat beriman, untuk “berpuasa tiga hari dalam seminggu: hari Senin, Rabu dan Jumat, mulai pesta St. Martinus (11 November) sampai hari Natal, dan merayakan ibadat Doa Harian seperti masa Prapaskah.” (Mansi, IX, 796 y 933). Dari kedua catatan sejarah ini dapat disimpulkan bahwa masa Adven mulai diperkenalkan sebagai masa pertobatan.

Masa Adven yang kita rayakan seperti sekarang ini mulai diperkenalkan pada abad VI di Gereja Roma. Pada mulanya berlangsung selama enam pekan, lalu kemudian pada masa kepemimpinan Paus Gregorius Agung (590-604 M) dikurangi menjadi empat pekan, seperti yang kita rayakan sekarang.

Makna teologis dari Adven dijelaskan dalam Katekismus Gereja Katolik 524,  “Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias; dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam persiapan yang lama menjelang kedatangan pertama Penebus dan membaharui di dalamnya kerinduan akan kedatangan-Nya yang kedua …” Masa Adven memiliki makna menantikan kedatangan Putra Allah, baik yang pertama maupun yang kedua.  Di samping kedua dimensi penantian ini, tentu saja harus ditambahkan satu lagi, yakni penantian kedatangan Putera Allah dalam hati manusia.

Selamat memasuki Masa Adven penuh berkat!

Ikon-ikon Adven