Artikel

Aneka Ragam Kegiatan

ORANGTUA DAN REMAJA BERSAMA MENJAWAB TANTANGAN DI JAMAN NOW

Dipublikasikan tanggal 22 June 2019

Orangtua dan Remaja Bersama Menjawab Tantangan di Jaman Now

Catatan Rekoleksi Komuni Pertama

Keluarga menjadi topik utama dalam Rekoleksi Komuni Pertama yang diadakan pada 16 Juni 2019 di Gereja Santo Lukas. Sebanyak 62 anak yang akan menerimakan komuni pertama dan orangtuanya diajak untuk bersama-sama merenungkan arti mencintai dalam satu keluarga dan menjawab berbagai tantangan di jaman now.

Rekoleksi untuk orangtua yang diselenggarakan di Aula Pondok dimulai dengan doa dan kata sambutan oleh P. Jakub Janami Barus OFMConv. Panitia dari tim Katekese segera memutar film pendek "Nyanyian Anak" yang memotret kehidupan keluarga muda di kota Metropolitan. Keluarga yang super sibuk, ambisius dan serba menuntut. Hasilnya adalah anak-anak yang terus belajar seperti robot, kompetitif dan kurang peduli dengan lingkungannya. Kemajuan gadget juga membuat anggota keluarga sibuk sendiri dalam dunia maya. Di sini orangtua diajak untuk hadir untuk anak-anaknya sebagai wujud kasih sayang. Ita Sembiring, selaku Produser Eksekutif, bercerita tentang pengalamannya sibuk dengan pekerjaannya melalui gadget yang membuatnya tidak sadar juga mengabaikan komunikasi saat anaknya membutuhkan perhatian. Dalam sharing, para orangtua juga diajak untuk tidak memaksakan impian mereka, tetapi mau lebih mendengarkan dan memahami anak dengan segala mimpinya masing-masing.

Rekoleksi untuk para calon penerima komuni pertama dibawakan oleh Bina Iman Remaja di Aula Hendrikus. Tema "Loving God, Loving Family" diangkat agar para remaja muda menyadari indahnya kasih Tuhan yang sudah diberikan dalam wujud keluarga. Para remaja muda juga diajak untuk mendoakan orang-orang yang ada di sekitarnya, yaitu keluarga, teman-teman dan bahkan orang yang menjadi musuh melalui aktivitas prayer hands yang diajarkan oleh Paus Fransiskus. Mereka dapat mewujudkan kasih mereka kepada Tuhan dengan rajin berdoa dan mengasihi sesama dengan mendoakan orang lain. Hal yang menjadikan rekoleksi komuni pertama ini berkesan adalah semua petugas baik penari, MC, operator, pengajar, pemimpin pujian hingga fasilitator dieksekusi oleh kakak-kakak dari BIR. Selain itu, tim Misdinar juga memperkenalkan berbagai kegiatan liturgi dan non liturgi yang dilakukan selama ini.

Dalam sesi rekoleksi anak dan orangtua,  anak-anak diajak untuk terus bertumbuh dalam iman, bersekutu dalam komunitas dan mulai melakukan pelayanan. Gereja Santo Lukas sudah menyediakan wadahnya, yaitu Misdinar untuk pengembangan dari sisi Liturgi dan Bina Iman Remaja dari sisi Pewartaan. Diharapkan para remaja muda ini terinspirasi dan mau aktif melayani lewat wadah Misdinar dan BIR setelah menerima komuni pertama.

Artikel: Lina Mustopoh