Artikel

Renungan

PENGAKUAN IMAN TOMAS

Dipublikasikan tanggal 07 August 2019

PENGAKUAN IMAN TOMAS

Yoh 20:28

Keraguan Tomas akan kebangkitan Yesus terjawab sudah. Tepat delapan hari setelah Yesus bangkit, pada hari Minggu untuk kedua kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Setelah mengucapkan “Damai sejahtera bagi kamu!” Yesus pun berkata kepada Tomas, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkanlah ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” (Yoh 20:27).

Tomas menjawab tantangan Yesus ini dengan sebuah pengakuan iman yang sangat agung, “Ya Tuhanku dan Allahku!” (Yoh 20:28). Yesus yang hadir di hadapannya adalah Yesus yang telah disalibkan, yang telah bangkit, yang telah pergi kepada Bapa, dan yang telah menerima dari Bapa kemuliaan yang dimiliki-Nya di hadirat Bapa sebelum dunia ada (Yoh 17:5). Sekarang Tomas memiliki kepercayaan untuk mengakui hal ini.

Kata Tuhan (Yun. Kyrios) dan Allah (Yun. Theos) menerjemahkan nama dari Tuhan bangsa Israel yakni TUHAN (Ibr. Yahweh) dan Allah (Ibr. Elohim). Pernyataan iman dari Tomas merupakan maklumat kristologis yang paling agung dalam Injil Yohanes. Dalam bab 1 Injil Yohanes murid-murid Yesus yang pertama memberikan berbagai gelar kepada-Nya: Rabi, Mesias, Anak Allah, dan Raja orang Israel. Setelah kebangkitan-Nya Maria Magdalena menyebut-Nya dengan gelar Tuhan (Yoh 20:18), demikian juga para murid-Nya (Yoh 20:25). Namun hanya Tomas yang dengan tegas menyatakan siapa Yesus sesungguhnya, seperti bangsa Israel menyatakan siapa TUHAN. Dengan demikian digenapilah kehendak Bapa bahwa “semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa” (Yoh 5:23). Juga digenapilah nubuat Yesus sendiri bahwa “… apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia …” (Yoh 8:28).

Pengakuan iman Tomas merupakan syahadat iman tentang pengakuan Yesus sebagai Allah. Pengakuan iman Tomas sejajar dengan apa yang dimaklumatkan dalam Madah Firman bahwa “… Firman itu adalah Allah" (Yoh 1:1). Apabila diperhatikan bahwa peristiwa ini terjadi pada hari Minggu (hari pertama minggu), nampaknya Tomas melantunkan madah kemuliaan atas nama komunitas Kristiani. Maka, tidaklah mengherankan bahwa pengakuan iman Tomas merupakan kata-kata terakhir yang keluar dari mulut seorang murid Yesus, apabila diyakini bahwa Injil Yoh bab 21 merupakan teks yang ditambahkan kemudian oleh seorang redaktur.

Pengakuan iman Tomas juga memiliki makna atau aspek “perjanjian”. Dalam Yoh 20:17 Yesus berjanji bahwa setelah Dia pergi kepada Bapa, Allah akan menjadi Bapa bagi murid-murid-Nya dan Allah bagi mereka. Komunitas Kristiani yang dimulai dengan murid-murid Yesus diikat dengan perjanjian baru, sebagaimana dinubuatkan oleh Hosea di mana Allah akan berkata, “Umat-Ku engkau!” dan umat akan berkata, “Allahku!” (Hos 2:22)

Sebuah pengakuan iman akan keallahan Yesus tidak mungkin terjadi tanpa peran serta dari Roh Kudus. Dalam Yoh 20:22 Yesus telah mencurahkan Roh Kudus kepada murid-murid-Nya. Maka, tepatlah apa yang dikatakan oleh St. Paulus, “ … tidak ada seroang pun, yang dapat mengaku: ‘Yesus adalah Tuhan’, selain oleh Roh Kudus.” (1 Kor 12:3)