Artikel

Renungan

TIGA PULUH PENUH MAKNA

Dipublikasikan tanggal 20 August 2019

TIGA PULUH PENUH MAKNA

Sebagaimana beberapa angka lain, angka 30 cukup banyak digunakan dalam Kitab Suci. Hari ini kita akan merenungkan makna profetis dari angka ini. Konon, angka 30 digunakan lebih dari 80 kali dalam Kitab Suci. 

Dalam Kitab Suci angka 30 melambangkan dedikasi seseorang (terutama pria) untuk sebuah tugas tertentu. Manusia dianggap siap untuk berkarya pada usia 30 tahun karena telah mencapai kematangan baik secara fisik maupun mental. Pada usia tersebut manusia menjadi matang, sehingga mereka mampu mengemban seluruh tanggung jawab yang dibebankan di pundak mereka. Sebagai contoh imam-imam keturunan Harun mulai bertugas ketika mereka genap berusia 30 tahun. Kitab Bilangan mencatat, “Hitunglah yang berumur tiga puluh tahun ke atas sampai yang berumur lima puluh tahun, semua orang yang kena wajib tugas, supaya mereka melakukan pekerjaan di Kemah Pertemuan” (Bil 4:3).

Injil Lukas mencatat bahwa Yesus memulai pekerjaan-Nya pada usia kira-kira tiga puluh tahun (Luk 3:23). Sebelumnya, Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, dan karena usianya terpaut enam bulan dari usia Yesus, maka dapat disimpulkan bahwa Yohanes Pembaptis mulai membaptis orang-orang Israel demi pengampunan dosa juga di usia 30 (Luk 1:36).

Di lain pihak angka 30 melambangkan darah pengurbanan Kristus. Sebagaimana kita ketahui bersama Yudas mengkhianati Yesus demi 30 keping perak (Mat 27:3). Menarik untuk direnungkan bahwa nabi Yehezkiel mulai mendapat penglihatan-penglihatan tentang Allah pada tahun ke-30 (Yeh 1:1) dan kata ini menjadi kata pertama dalam kitab nubuatnya. Kitab Samuel mencatat bahwa Daud menjadi raja pada saat berumur 30 tahun (2 Sam 5:4). Kitab Kejadian mencatat bahwa Yusuf berumur 30 tahun ketika ia menghadap Firaun raja Mesir (Kej 41:46).

Catatan-catatan dalam Kitab Suci yang disajikan di atas cukup untuk menyampaikan kepada kita semua bahwa angka 30 memiliki makna biblis dan profetis. Boleh dikatakan bahwa angka 30 cukup inspiratif dan digunakan untuk menyampaikan amanat yang mendalam. Ketika seseorang mencapai usia 30 tahun, dia patut bersukacita dan menyambutnya dengan penuh antusiasme. Bukan merupakan sebuah kebetulan belaka kalau Tuhan menempatkan angka 30 dalam posisi yang demikian penting. Beberapa tokoh dalam Kitab Suci mengalami perubahan yang sangat menentukan dalam hidupnya di usia ke-30. Siapa dapat menyangka bahwa di usia ke-30 Yusuf berubah nasib dari seorang narapidana menjadi orang kedua di Mesir? Atau di usia yang sama seorang gembala bernama Daud diangkat menjadi raja Israel? Di usia ini Allah menunjukkan kemuliaan dan kekuasaan-Nya dengan melakukan perkara-perkara yang besar.

Siapa yang berulang tahun ke-30 pada hari ini? Tentu saja paroki kita yang tercinta, paroki Sunter. Sungguh kita mungkin tidak mengira bahwa paroki kita sudah menjalani tugas sebagai pewarta Kerajaan Allah selama 30 tahun. Di usia ke-30 ini apa yang harus diantisipasi oleh segenap umatnya? Bahwa kita semua harus siap, siap untuk diubah oleh Allah, dan siap untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar lagi. Selama 30 tahun Allah sudah menggembleng segenap umat paroki Sunter, dan Dia bahkan sudah merancang hal-hal yang lebih besar dan lebih dahsyat lagi. Dan, patut dicamkan, hari ini adalah hari pertama dari semua itu. Apakah kita siap? Selamat hari ulang tahun ke-30 dan selamat melewati angka 30 penuh makna dan penuh berkat.