Artikel

Renungan

37 PENUH MAKNA

Dipublikasikan tanggal 09 October 2019

37 PENUH MAKNA

Allah Mengasihi

Ketika kita belajar matematika di SD, angka tentu saja sudah menjadi makanan sehari-hari. Memasuki kelas dua SD, kita diperkenalkan dengan perkalian, yang untuk pertama kali nampak sangat sulit dan menyebalkan. Tetapi ketahuilah, bahwa perkalian memiliki keistimewaan, dan pada kesempatan ini saya ingin memperkenalkan perkalian sebuah angka yang hasilnya sungguh sangat unik.

Entah kenapa angka 37 hari ini begitu menarik perhatian saya. Saya ingat waktu SD guru matematika saya mengajarkan perkalian angka 37 ini dengan bilangan-bilangan kelipatan 3 semisal 3, 6, 9, 12, dan seterusnya. Hasilnya sungguh di luar dugaan karena 37x3 adalah 111, 37x6 adalah 222, 37x9 adalah 333 dan seterusnya. Ternyata perkalian angka 37 dengan bilangan kelipatan 3 menghasilkan angka-angka kembar. Sebenarnya masih banyak keistimewaan angka 37, tetapi saya tidak akan membahasnya terlalu mendalam pada kesempatan ini.

Sekarang kita beralih ke ilmu angka dan huruf Ibrani yang dikenal sebagai “gematria”. Kata 37 adalah jumlah angka dari kata Ibrani אלדד (Eldad). Eldad adalah nama salah seorang dari dua orang tua-tua Israel yang mengalami kepenuhan Roh di tempat perkemahan dan menjadi nabi (bdk. Bil 11:27). Kata אלדד berasal dari dua kata אל (El) yang berarti Allah dan דוד(dod) yang berarti kasih. Maka kata Eldad berarti Allah mengasihi. 

Eldad dan Medad  Mengalami Kepenuhan Roh

Dalam Kitab Suci angka 3 dan angka 7 memiliki makna yang sangat mendalam. Angka tiga melambangkan sesuatu yang “ilahi” dan angka 7 melambangkan “kesempurnaan”.  Ruang Mahakudus menempati sepertiga dan Ruang Kudus dua pertiga dari keseluruhan Kemah Suci. Kemah Suci dibuat dari sepuluh tenda dengan tiga jenis kain yang masing-masing berwarna ungu tua, ungu muda, dan kirmizi. Ada tiga benda suci dalam Ruang Kudus yakni mezbah ukupan, kandil, dan meja roti sajian. Sedangkan di dalam Ruang Mahakudus diletakkan Tabut Perjanjian yang isinya juga tiga benda suci yakni loh-loh batu yang berisi Firman Allah, buli-buli emas berisi manna dan tongkat Harun. Dalam doa Yahudi kata “kudus” harus diucapkan tiga kali. Tiga juga lazim menghubungkan ketiga pribadi dalam Allah Tritunggal dan Kristus bangkit pada hari ketiga. 

Tabut Perjanjian Berisi Tiga Benda Suci

Angka tujuh adalah simbol kesempurnaan sehingga umum dipakai untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah dan merupakan angka religious favorit di kalangan Yahudi. Kandil atau menorah memiliki tujuh lampu. Pengukuhan Sabat Yahudi termasuk Tahun Sabat dan Tahun Yobel berdasarkan perhitungan angka tujuh. Allah beristirahat dari pekerjaan-Nya pada hari ketujuh dan menguduskannya. Hal ini menjadi pola Sabat Yahudi, ketika orang berhenti dari pekerjaannya. Yesus mengajarkan pengampunan tujuh puluh kali tujuh. Angka tujuh sering dipakai dalam kitab Wahyu untuk menandakan kesempurnaan kekudusan (tujuh surat, tujuh meterai, tujuh sangkakala, dan tujuh cawan).

Tujuh Surat kepada Tujuh Jemaat dalam Kitab Wahyu

Kalau begitu apa makna angka 37 yang begitu istimewa, terutama bagi seorang teman saya yang hari ini genap berusia 37 tahun? Hanya satu kesimpulan kita yaitu bahwa Allah sangat mengasihi kita (eldad) dan Allah ingin menguduskan kita dengan kesempurnaan cinta kasih-Nya. Kitab Suci menunjukkan secara “ajaib” bahwa dalam bab 37 kitab-kitab tertentu dikisahkan betapa Allah sangat mengasihi manusia. Tidak percaya? Kita lihat Kej 37; di sana kita mendengar kisah tentang bagaimana Allah menyelamatkan Yusuf dari kekejaman saudara-saudaranya. Apa isi Yes 37? Allah menyelamatkan Israel dari tangan Sanherib raja Asyur. Yeh 37 melukiskan bahwa Allah “membangkitkan” Israel. Menarik bukan? Hidup adalah kasih dan kasih adalah Allah. Selamat melewati hari Rabu penuh kasih Allah.