Artikel

Renungan

SELAMAT DATANG TAHUN TIKUS

Dipublikasikan tanggal 07 January 2020

SELAMAT DATANG TAHUN TIKUS

Resolusi di Tahun Baru

Siapa yang tak mengenal tikus? Tikus adalah hewan pengerat yang membuat hidup manusia tidak nyaman. Selain mengakibatkan rumah menjadi kotor dan berantakan, tikus juga merusak barang dan menyebarkan berbagai penyakit. Tikus dianggap sebagai hama atau binatang yang merugikan manusia, oleh sebab itu manusia selalu berupaya untuk berperang melawannya, setidaknya sekadar mengusirnya dari rumah. Namun, tidak mudah kan melawan tikus?

Pada zaman penulisan Kitab Suci, hewan tikus juga sudah dikenal. Apakah tikus pada masa itu menjadi sahabat atau musuh manusia? Im 11:29 mencatat bahwa tikus adalah binatang yang haram untuk dimakan. Dibedakan dua jenis tikus, yakni tikus buta (Ibr. kholed) dan tikus (Ibr. akhbar). Yang dimaksud dengan tikus adalah binatang pengerat yang panjangnya 15 sampai 30 sentimeter, berbulu halus dan tebal, berkaki pendek, tidak memiliki ekor dan leher. Disebut juga tikus buta karena binatang ini memiliki indra penglihatan yang buruk. Ternyata tikus menjadi santapan bagi bangsa-bangsa kafir seperti dicatat dalam Yes 66:17 terutama dalam rangka penyembahan berhala-berhala kafir.

Kisah lain yang mencatat tentang tikus dalam Kitab Suci adalah 1 Sam 6. Dikisahkan bahwa orang Filistin merebut tabut perjanjian. Akibatnya, penduduk Gaza dan kota-kota Filistin lainnya ditimpa dengan wabah borok. Atas nasihat para imam dan petenung mereka, mereka bermaksud mengembalikan tabut TUHAN kepada bangsa Israel lengkap dengan tebusan salah supaya mereka menjadi sembuh dari borok-borok mereka. Tebusan salah yang diusulkan adalah lima borok emas dan lima tikus emas, sesuai dengan jumlah raja kota-kota Filistin (Asdod, Gaza, Askelon, Gat dan Ekron). Demikianlah orang-orang Filistin menghindarkan diri dari bala.

Borok Emas dan Tikus Emas, Tebusan Salah Orang Filistin

Membaca dua paragraf tersebut di atas tikus dalam Kitab Suci juga tidak memiliki makna yang positif. Bagi orang Yahudi di zaman Kitab Suci, tikus adalah musuh, sama seperti pengalaman hidup manusia di zaman modern ini. Meskipun demikian, di Vietnam dan Minahasa daging tikus justru menjadi santapan yang lezat, bahkan melebihi daging hewan lain, dan diyakini sebagai sumber protein yang amat kaya.

Tahun 2020 dalam penanggalan Tiongkok adalah tahun tikus. Dalam astrologi Tiongkok, shio tikus menempati urutan yang pertama. Menurut legenda Sang Khalik menyelenggarakan kontes untuk menentukan siapa yang menjadi pemimpin dalam siklus tahunan. Siapa yang berhasil menyeberangi sungai pertama kali akan menjadi pemimpin dan sisanya akan mengikuti urutan sesuai dengan kedatangan mereka di seberang sungai. Pada saat kompetisi, tikus yang cerdik menumpang pada kerbau untuk menyeberangi sungai. Ketika kerbau sudah mau meloncat ke tepi seberang sungai, tanpa sepengetahuan kerbau, tikus melompat dari punggung kerbau dan menjadikannya juara kontes. Siapa yang tiba di seberang sungai paling akhir? Tentu saja babi yang malas! Oleh sebab itu tikus menjadi yang pertama dari siklus shio dan babi menjadi yang terakhir.

Dengan mempertimbangkan catatan-catatan tentang hewan tikus dalam Kitab Suci dan pengenalan akan shio tikus dalam astrologi Tiongkok, pelajaran apa yang dapat kita tarik sebagai resolusi di tahun yang baru? Pertama, dalam Kitab Suci hewan tikus identik dengan kekafiran. Menilik sifat hewan tikus, binatang ini amatlah rakus. Resolusi kita yang pertama, tentulah menjaga diri dari ketamakan dan kerakusan terutama dalam hal keuangan. Pelajaran berharga untuk kita di tahun tikus adalah belajar untuk mempertimbangkan orang lain di atas segalanya. Ketika kita sadar untuk memberikan ruang bagi orang lain, kita pun akan menemukan kebahagiaan sejati. Hal ini berarti memberikan keadilan!

Kedua, tikus adalah binatang yang sangat murah hati kepada sesamanya. Ketika seekor tikus mati karena memakan umpan yang mengandung racun, dia menyebarkan zat feromon yang memberi petunjuk bagi teman-temannya. Alhasil tikus kedua dan seterusnya tidak akan lagi mau memakan umpan yang sama. Maka resolusi kedua di tahun tikus tentu saja adalah dengan menghayati hidup dalam pertobatan dan membagikannya kepada saudara-saudari kita yang lain. Sama seperti tikus yang jera racun atau jera umpan, manusia di tahun tikus manusia harus jera dosa.

Ketiga, tikus memiliki kemampuan fisik yang sangat hebat. Dia bisa menyelam, berenang, memanjat dan meloncat. Kemampuan meloncat tikus sangat hebat bisa mencapai 2,4 meter secara vertikal dan 60 sentimeter secara horizontal tanpa awalan. Tahun tikus harus dimulai dengan tekad untuk menjaga fisik yang sehat dan kuat. Salah satunya adalah menyantap makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Sama seperti orang Yahudi menyantap makanan yang halal (kosher), saatnya mungkin bagi kita untuk menjaga asupan gizi kita demi menjaga kesehatan fisik.

Selamat memasuki Tahun Tikus Logam!