Artikel

Renungan

MAKNA DOA BAPA KAMI

Dipublikasikan tanggal 02 September 2020

MAKNA DOA BAPA KAMI

Pertemuan Bulan Kitab Suci Minggu Pertama

Doa Bapa Kami merupakan doa yang paling terkenal dan paling banyak didaraskan oleh umat Kristiani. Teks doa ini ditemukan di dalam dua injil, yakni Matius 6:9-13 dan Lukas 11:2-4. Di sini dikisahkan bagaimana Yesus menggunakan doa ini sebagai contoh ketika Dia mengajarkan kepada murid-murid-Nya tentang bagaimana caranya berdoa. Melalui doa ini kita belajar bagaimana caranya berdoa dengan sederhana dan tulus kepada Allah. Doa yang tulus harus keluar dari hati yang paling dalam. Maka, pada saat berdoa kita harus mengakui kekuasaan dan kebesaran Allah serta memohon agar Dia campur tangan dalam kehidupan kita. 

1. Pengakuan akan Siapa Allah

Kita memulai doa dengan mengakui bahwa kita sedang bercakap-cakap dengan Allah, Bapa kita. Kita merupakan bahagian dari keluarga besar-Nya. Sebagai anak-anak-Nya, kita bisa berbicara langsung kepada-Nya. Bapa kita yang tercinta mendengarkan kita dan setiap saat kita dapat mendekatkan diri kepada-Nya dengan segenap keyakinan. Ibr 4:16 berbunyi, “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya”.

Meskipun demikian, sikap kita di hadapan-Nya harusnya rendah hati dan penuh dengan puji syukur. Kita mengakui kemuliaan dan kekudusan-Nya. Tidak ada ilah lain selain Allah (Yes 45:21) karena Dia adalah Yang Mahakudus (Yes 6:3). Dengan keyakinan inilah kita menyerukan kerinduan bahwa segenap umat manusia mengakui kekudusan nama-Nya dan menyatakan hasrat untuk memuji dan memuliakan-Nya.

2. Ungkapan Keyakinan akan Kehendak-Nya

Kerajaan Allah penuh dengan kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Rom 14:17). Kedatangan kerajaan-Nya adalah hal terbaik yang dapat terjadi dalam hidup manusia. Maka, kita harus belajar untuk menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada kehendak-Nya dan meyakini sepenuhnya akan segala kebaikan-Nya. Hanya dengan ungkapan inilah kita menyatakan keyakinan akan jaminan dan perlindungan yang ditawarkan-Nya kepada kita. Kita harus menyadari bahwa kerajaan dan kehendak-Nya adalah yang terbaik untuk hidup kita dan seluruh umat manusia. Keyakinan inilah yang mengisi hati manusia dengan damai sejahtera. 

3. Permohonan atas Kebutuhan Sehari-hari

Allah memenuhi kebutuhan kita sehari-hari dan kenyataan ini kita ungkapkan dalam doa. Kita mohon roti untuk satu hari, yang mencukupi kebutuhan kita untuk hari itu. Kita tidak meminta kemewahan dan kelimpahan materi. Tidak lupa kita juga berdoa untuk kebutuhan sesama kita (“berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya”) sehingga semua orang memiliki makanan, perlindungan dan tempat untuk berteduh. Kita menyadari bahwa semua rezeki yang kita peroleh berasal dari Allah dan kita patut bersyukur atas segala kemurahan ini. 

Kita Wajib Berdoa Pula untuk Kebutuhan Sesama Kita (Berikanlah Kami ... Makanan Kami)

4. Permohonan Ampun dan Pemeriksaan Batin

Tibalah saatnya untuk mengakui dosa dan kesalahan kita dan mohon ampun kepada Allah. Hanya Allah yang dapat mengampuni kita dengan sepenuhnya, memulihkan hati kita dan memberikan kita kesempatan untuk memulai sesuatu yang baru. Saat ini juga merupakan saat yang tepat untuk memeriksa batin kita; apakah kita telah mengampuni mereka yang bersalah kepada kita? Apakah kita sudah menunjukkan belas kasih yang sama seperti yang Tuhan telah tunjukkan kepada kita? Matius 6:14-15 berbunyi, “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

5. Permohonan atas Perlindungan terhadap Yang Jahat

Menyadari bahwa kita adalah makhluk hidup yang rapuh, kita menyadari bahaya pergumulan kita melawan segala pencobaan dan kejahatan. Allah beserta kita dan Dia jauh lebih berkuasa daripada Yang Jahat. Allah melengkapi kita dengan seluruh perlengkapan senjata-Nya dan dalam nama-Nya kita akan memenangi perjuangan ini. Efessus 6:10-13 berbunyi, “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu."

Semua doa kita harus memuliakan dan menguduskan Allah karena Dialah yang empunya Kerajaan, kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Tanpa campur tangan Allah kita tidak mampu mengalahkan kejahatan, tidak mampu mengampuni dan tidak mampu mendapatkan apa yang menjadi kebutuhan kita. Hidup kita ada di tangan Allah. Mazmur 31:14-16 berbunyi, "Sebab aku mendengar banyak orang berbisik-bisik, ada kegentaran dari segala pihak! Mereka bersama-sama bermufakat mencelakakan aku, mereka bermaksud mencabut nyawaku. Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: "Engkaulah Allahku!"