Artikel

Aneka Ragam Kegiatan

MISA OFFLINE PERDANA DI MASA PANDEMI

Dipublikasikan tanggal 24 November 2020

Misa Offline Perdana di Masa Pandemi

Gereja Santo Lukas- Paroki Sunter

Minggu, 22 November 2020 pukul 10.00 WIB merupakan momen yang penting bagi umat Paroki Sunter karena Gereja Santo Lukas-Paroki Sunter dapat melaksanakan misa perdana secara tatap muka dengan jumlah umat yang terbatas dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Misa offline perdana ini dihadiri oleh seluruh Dewan Paroki Pleno yang terdiri dari DPH, Koordinator Wilayah, Ketua Lingkungan, Ketua Seksi, Ketua Sub Seksi, Kepala Bagian, Kategorial yang memenuhi syarat untuk mengikuti misa offline. Sebelumnya pada 15 November 2020, telah dilaksanakan uji coba misa offline perdana khusus untuk Team Gugus Kendali Paroki Sunter beserta karyawan gereja, seluruh petugas-petugas liturgi, tatib, petugas live streaming yang akan bertugas di misa offline dan online.

Seluruh Dewan Paroki Pleno yang menghadiri misa offline perdana mengikuti prosedur dan penerapan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Keuskupan Agung Jakarta antara lain berusia 18-59 tahun , dalam kondisi sehat, sudah terdaftar di Biduk Paroki dan mendaftarkan diri ke web belarasa melalui ketua lingkungan untuk mengikuti misa offline. Pelaksanaan misa offline ini telah dipersiapkan oleh Team Gugus Kendali Paroki (TGKP) mulai dari sarana, alur masuk dan keluar gereja bagi umat baik yang berjalan kaki, menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat agar teratur serta sejumlah prosedur yang harus dilalui umat saat sudah berada di lingkungan gereja yaitu harus melalui tahapan pemeriksaan suhu badan, mencuci tangan, memakai hand sanitizer dan duduk sesuai dengan arahan petugas.

Mengikuti aturan yang telah ditetapkan Keuskupan Agung Jakarta, Gereja Santo Lukas mengadakan misa offline hanya satu kali saja di hari Minggu, pukul 10.00 WIB. Tempat duduk dengan kehadiran umat di misa offline dibatasi hanya 20% kapasitas normal dan mengikuti aturan jaga jarak sehingga misa hari Minggu hanya dapat memuat total 135 orang saja ( jumlah ini sudah termasuk umat, petugas dan Pastor ). Oleh karena keterbatasan jumlah kapasitas umat yang dapat beribadah ke gereja, kehadiran umat pada misa mingguan akan dibagi berdasarkan wilayah. Untuk misa offline tanggal 29 November 2020 akan dihadiri oleh umat dari tiga wilayah yaitu Wilayah Santo Leopoldus, Santo Fransiskus Asisi dan Santo Yosef Copertino dengan jumlah umat yang terbatas.

Pada misa offline perdana, Bapak Lurah Kelurahan Sunter Agung dan beberapa staf datang berkunjung untuk meninjau dan melihat langsung bagaimana Gereja Santo Lukas melakukan prosedur peribadatan yang aman dan nyaman di masa pandemi ini. Pembukaan kembali gereja kita bukan hanya mendapat ijin dari KAJ tetapi juga ijin dari pemerintahan daerah setempat. Oleh karena itu menjadi tugas serta tanggung jawab seluruh umat, pengurus maupun TGKP Paroki Sunter menjaga kepercayaan dan ijin ini dengan sebaik-baiknya, serta menjadi contoh dalam melakukan peribadatan yang aman bagi semua pihak.

Beberapa anggota Dewan Paroki Pleno yang hadir di misa offline perdana ini memberikan kesan dan pesan. Ibu Yulia Herawati, Ketua WKRI Santo Lukas mengungkapkan “ luar biasa, saya merasa orang yang spesial karena terundang masuk dalam rumah Tuhan, saat doa menerima komuni, saya hanya ucapkan terimakasih dan airmata saya mengalir.”

Koordinator Wilayah St Hendrikus, Bapak Antonius Padma Catur Widodo merasa sangat senang sekali bisa kembali ke gereja, kerinduan menyambut tubuh Kristus sudah bisa kita rasakan lagi. Dan salut untuk semua pihak yang telah mempersiapkan misa offline di Gereja Santo Lukas , perjuangan yang luar biasa. Dan tak lupa memberi pesan, tetap jaga kesehatan untuk semua yang bertugas dalam setiap misa offline.

Ketua Lingkungan Santo Philipus, Ibu Sicilia Nova Lewan mengatakan pertama-tama saya mengucap syukur kepada Tuhan atas kesempatan yang Dia berikan kepada saya untuk dapat mengikuti misa offline setelah 8 bulan menanti yang selama ini menjadi kerinduan saya dan bahkan seluruh umat Paroki Sunter, dan akhirnya terobati. Saya tidak dapat membendung air mata pada saat menerima Tubuh Kristus dalam Sakramen Ekaristi. Kesan yang kedua pada saat saya memasuki halaman gereja, saya sangat  bahagia dan sukacita setelah  melewati beberapa prosedur protokol kesehatan yang ketat hingga akhirnya bisa duduk dengan hening dan tenang di dalam gereja. Pesan saya kepada seluruh umat Paroki Sunter, apabila ingin mengikuti misa offline dan punya kerinduan menerima Sakramen Ekaristi dan memenuhi kriteria yang sudah ditentukan, mari, tidak perlu takut, karena segala sesuatu sudah dipersiapkan dan mengikuti aturan protokol kesehatan.

Diharapkan misa offline perdana yang diikuti oleh Dewan Paroki Pleno merupakan pedoman untuk pelaksanaan misa-misa offline pada minggu berikutnya, Semoga dengan mengikuti Ekaristi secara langsung di gereja, kerinduan kita selama ini dapat terobati.

Klik disini untuk melihat foto- foto Misa Offline Perdana