Artikel

Aktualia

LA NOCHE DE LAS VELITAS

Dipublikasikan tanggal 08 December 2020

LA NOCHE DE LAS VELITAS (MALAM LILIN)

Negeri Kolombia Menyambut Hari Raya SP Maria Dikandung Tanpa Noda

Pada malam antara tanggal 7 dan 8 Desember 2020 rumah-rumah dan jalan-jalan di Kolombia diterangi dengan ribuan lilin warna-warni. Hal ini menciptakan suasana pesta yang luar biasa. Tradisi menyalakan lilin ini dikenal dengan nama "La Noche de las Velitas" yang artinya “Malam Lilin”, sebuah perayaan tradisional untuk menghormati Santa Perawan Maria yang Dikandung Tanpa Noda. Tahun ini perayaan tradisional ini dijalankan dengan cara yang berbeda akibat pandemi COVID-19. Setiap keluarga berkumpul dan menyalakan lilin di luar rumah atau menggantungnya pada tiang-tiang di tepi jalan. Santapan khusus disiapkan dan di beberapa tempat doa Rosario atau Novena diselenggarakan.

Dari mana perayaan tradisional ini berasal? Konon, ketika pada tahun 1854 Paus Pius IX memaklumatkan dogma Santa Perawan Maria Dikanndung Tanpa Noda, umat Katolik di seluruh dunia menyalakan lilin dan obor untuk merayakan acara ini. Di Kolombia sejak 1854 perayaan “Malam Lilin” merupakan bentuk penghormatan terhadap Santa Perawan Maria Tak Bernoda. Selain itu, perayaan ini juga menandai bahwa perayaan Natal sudah semakin dekat. Tahun ini perayaan yang melibatkan kerumunan orang tentu saja dihindari dengan alasan protokol kesehatan wabah virus Corona. Bahkan kantor walikota Bogota juga hanya merayakan pesta ini dengan kapasitas terbatas sesuai dengan protokol kesehatan. Acara ini menampilkan presentasi artistik serta pertunjukan lampu dan lentera.

Teolog Álvaro Rodríguez Vásquez menjelaskan bahwa perayaan "Malam Lilin” melambangkan bahwa “Sang Terang Dunia” menyinari Santa Perawan Maria, ketika dia menerima tugas perutusannya menjadi Bunda Sang Penebus. Di kota-kota lain di Kolombia lampu-lampu dinyalakan di sepanjang sungai, dan jalan-jalan dihiasi dengan lilin. Orang-orang Kolombia yang merantau menyebarkan tradisi ini ke berbagai negara. Sebuah tradisi masyarakat berhasil memperkaya kecintaan umat Katolik kepada Santa Perawan Maria.

Sumber : El Espectador