Artikel

Renungan

SELAMAT DATANG TAHUN LEMBU EMAS

Dipublikasikan tanggal 08 February 2021

SELAMAT DATANG TAHUN LEMBU EMAS

Haruslah Engkau Bersukaria pada Hari Rayamu itu!

Pada hari Jumat tanggal 12 Februari 2021 warga keturunan Tiongkok akan merayakan hari raya tahun baru Imlek 2572. Menurut astrologi Tiongkok tahun Imlek 2572 merupakan tahun lembu emas (kerbau logam). Tahun baru Imlek ini datang di tengah keprihatinan umat manusia di seluruh dunia menghadapi wabah virus Covid-19, yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. 

Hewan kerbau atau lembu atau sapi bukan hal yang aneh dalam kitab suci orang Kristen. Dalam bahasa Ibrani אלוף (aluf) yang sering diterjemahkan “lembu jantan” merupakan salah satu binatang peliharaan dalam kehidupan masyarakat Israel kuno. Kata “aluf” terdiri dari empat huruf א (alef), ל (lamed), ו (vav) dan ף (fey). Huruf “alef” merupakan huruf pertama dalam abjad Ibrani dan pada tahun 2000 SM berbentuk seperti kepala lembu  𐤀. Sedangkah huruf “lamed” merupakan huruf ke-12 dalam abjad Ibrani dan tulisan kunonya berbentuk seperti tongkat 𐤋. Maka, tidaklah mengherankan apabila kata “aluf” (Ibr. lembu jantan) dalam bahasa Ibrani modern memiliki makna-makna lain yang berkaitan dengan kekuatan (kepala lembu) dan kepemimpinan (tongkat). Dalam bahasa Ibrani modern kata “aluf” juga bermakna mayor jenderal atau juara. Kata “Allah” dalam bahasa Ibrani “Elohim” (אלהים) juga dimulai dengan huruf “alef” dan “lamed”.

Ketika berbicara tentang lembu, pembaca Kitab Suci pasti teringat akan peristiwa anak lembu emas (Kel 32:1-35) yang disembah oleh bangsa Israel sebagai ilah karena mereka tidak sabar menunggu Musa kembali dari gunung Sinai. Ratusan tahun kemudian raja Yerobeam membuat patung dua anak lembu jantan dari emas di kota Dan serta Betel (2 Raj 10:29). Terperangkap di dalam unsur-unsur kekuatan dan kepemimpinan dalam hewan “lembu”, bangsa Israel tidak ragu untuk menyembah patung anak lembu sebagai ilah mereka. 

Bangsa Israel Menyembah Patung Anak Lembu Emas (Keluaran 32:1-35)

Selain itu, hewan lembu juga menjadi primadona dalam perayaan hari raya Pondok Daun. Pada hari itu banyak lembu yang dihias dengan bunga-bunga dan tanduk-tanduk mereka dicat warna emas. Hari raya Pondok Daun merupakan salah satu hari raya ziarah, di mana laki-laki dewasa wajib berziarah ke Bait Allah di Yerusalem (Ul 16:16). Apa yang diperingati pada hari raya ini? Bangsa Israel memperingati peziarahan mereka di padang gurun selama empat puluh tahun. Maka, mereka biasa merayakan hari raya ini dengan melewatkan malam di pondok-pondok yang didirikan di luar rumah atau di alam terbuka. Kitab Ulangan memberikan penjelasan tentang makna hari raya ini;

“Hari raya Pondok Daun haruslah kaurayakan tujuh hari lamanya, apabila engkau selesai mengumpulkan hasil tempat pengirikanmu dan tempat pemerasanmu. Haruslah engkau bersukaria pada hari rayamu itu, engkau ini dan anakmu laki-laki serta anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi, orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu. Tujuh hari lamanya harus engkau mengadakan perayaan bagi TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN; sebab TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala hasil tanahmu dan dalam segala usahamu, sehingga engkau dapat bersukaria dengan sungguh-sungguh. Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa, tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu." (Ul 16:13-17)

Hari Raya Pondok Daun, Hari Raya Sukaria (Ul 16:13)

Dengan memperhatikan beberapa hal yang disebutkan di atas, tampaknya kita perlu mengambil beberapa pesan untuk menyambut hari tahun baru Imlek 2572 (tahun kerbau emas) sebagai berikut:

  1. Meskipun di tengah pandemi yang mengerikan, hari raya tahun baru Imlek tetap merupakan saat untuk bersukaria.
  2. Sukacita Imlek tidak hanya berlaku untuk anggota-anggota keluarga semata-mata, melainkan harus dibagikan juga kepada sesama. 
  3. Di tengah wabah Covid-19 janji Allah untuk memberkati umat manusia tidak perlu disangsikan sedikit pun.
  4. Merayakan hari raya tahun baru Imlek berarti melakukan peziarahan untuk kembali kepada Tuhan dalam doa dan ibadah sejati.
  5. Meskipun dunia sedang menghadapi resesi, kita tetap berkomitmen untuk membagikan sebagian berkat yang diberikan Tuhan kepada kita sebagai bentuk persembahan kita kepada-Nya. 
  6. Kita diingatkan untuk selalu menjauhkan diri dari segala jenis berhala dalam hidup kita. 

Dengan resolusi-resolusi di atas rasanya kita dengan langkah yang pasti dapat menyambut hari raya tahun baru Imlek, tahun kerbau emas, bersama serta untuk Tuhan dan sesama. 

恭喜发财,牛年大吉!Selamat Hari Raya Tahun Baru Imlek!