Artikel

Renungan

PERJAMUAN TERAKHIR YESUS DENGAN MURID-MURIDNYA

Dipublikasikan tanggal 01 April 2021

PERJAMUAN TERAKHIR YESUS DENGAN MURID-MURIDNYA

“Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, dalam Kerajaan Allah”

Hari ini Gereja merayakan hari raya Kamis Putih yang mengenang peristiwa di mana Yesus melaksanakan perjamuan terakhir dengan murid-muridNya. Injil-injil Sinoptik mengisahkan bahwa perjamuan terakhir itu merupakan perjamuan Paskah Yahudi (Mat 26:17-29; Mrk 14:12-25; Luk 22:7-20). Perjamuan Paskah Yahudi dalam bahasa Ibrani disebut “Pesach”(פסח) dan mengenangkan pembebasan bangsa Yahudi dari perbudakan di Mesir. Paskah Yahudi merupakan salah satu perayaan ziarah di samping hari raya Tujuh Minggu dan hari raya Pondok Daun. Semua laki-laki Yahudi wajib berziarah ke Bait Allah (Yerusalem) sebagaimana dicatat dalam Ul 16:16.

Pada hari raya Paskah atau hari raya Roti Tak Beragi bangsa Yahudi mengenangkan peristiwa di mana TUHAN “lewat” dari keluarga-keluarga Yahudi ketika bangsa Mesir dihukum dengan tulah kesepuluh yakni kematian anak sulung. Hari raya Roti Tak Beragi kemudian dirayakan turun-temurun menjadi hari peringatan sebagai ketetapan untuk selamanya (Kel 12:14). Hari raya Paskah Yahudi dirayakan dalam wujud perjamuan liturgis (ritual meal) dan berpusat pada keluarga-keluarga Yahudi. 

Perjamuan Paskah Yahudi dalam bahasa Ibrani disebut “Ha Seder” (הסדר) dilaksanakan di atas piring khusus yang disebut “piring Seder”. Dalam perjamuan Paskah orang-orang Yahudi meminum empat cawan anggur yang mengakhiri empat bagian utama dari perjamuan yaitu doa berkat, pembacaan kisah pembebasan (Kel 14), perjamuan makan, dan puji-pujian. Melalui keempat cawan anggur ini bangsa Yahudi mengenangkan empat janji TUHAN kepada mereka yang tercatat dalam Kel 6:6-7, “Sebab itu katakanlah kepada orang Israel: Akulah TUHAN, Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir, melepaskan kamu dari perbudakan mereka dan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat. Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir”.

Empat Cawan Anggur dalam Perjamuan Paskah Yahudi

Sekarang kita akan memperhatikan apa yang sedang terjadi ketika Yesus menetapkan ekaristi pada perjamuan terakhir dengan murid-muridNya (Mat 26:26-29; Mrk 14:22-25; Luk 22:15-20). Nampaknya Yesus dan murid-muridNya sedang berada di bahagian ketiga dari liturgi perjamuan Paskah Yahudi, yakni perjamuan makan. Pada saat itulah Yesus menyatakan bahwa roti yang dimakan oleh murid-muridNya adalah tubuhNya dan anggur yang diminum oleh mereka adalah darahNya. Namun, setelah Yesus meminum cawan anggur ketiga Ia berkata, “Sesungguhnya Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, dalam Kerajaan Allah” (Mrk 14:25; Mat 26:29; Luk 22:18). Padahal, perjamuan Paskah Yahudi baru selesai dengan diminumnya cawan anggur keempat seusai mereka menyanyikan mazmur-mazmur pujian (Ibr. “halel”). Hal ini juga nampak dalam pernyataan di Mrk 14:26 (bdk. Mat 26:30) yang berbunyi “Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun”.

Rupanya Yesus belum menyelesaikan perjamuan Paskah bersama murid-muridNya. Dia belum meminum cawan anggur keempat. Pertanyaannya sekarang adalah, ke mana Yesus membawa cawan anggur keempat? Kita pun teringat akan doa Yesus di taman Getsemani, “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagiMu, ambillah cawan ini dari padaKu, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki” (Mrk 14:36; Mat 26:39; Luk 22:42). Rupanya cawan anggur keempat mengikuti Yesus ke taman Getsemani. 

Permenungan kita yang terakhir adalah mengenai kapan Yesus meminum cawan anggur keempat dan dengan demikian mengakhiri perjamuan PaskahNya yang terakhir bersama murid-muridNya? Penginjil Yohanes mengisahkan saat-saat kematian Yesus di kayu salib (Yoh 19:28-30). Di akhir hayatNya Yesus merasa haus, lalu orang-orang menaruh anggur asam dalam sebuah bunga karang dan mengunjukkannya ke mulut Yesus dengan sebatang hisop. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, Ia pun berkata, “Sudah selesai” (Yoh 19:30). Ia pun menundukkan kepalaNya dan menyerahkan nyawaNya. 

Di Kayu Salib Yesus Meminum Cawan Anggur Terakhir

Dari permenungan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa perjamuan Paskah terakhir yang dilakukan oleh Yesus bersama dengan murid-muridNya dimulai di ruang atas, kemudian berlanjut ke taman Getsemani, lalu mengikuti Yesus dalam sidang di hadapan Mahkamah Agama Yahudi dan di hadapan Pilatus, dan baru berakhir pada wafatNya di kayu salib. Maka dapat dikatakan bahwa liturgi Kamis Putih sampai dengan Jumat Agung merupakan satu kesatuan. Di antaranya terdapat ibadat Tuguran yang mengenangkan saat-saat Yesus berdoa di taman Getsemani dan ibadat Jalan Salib yang mengenangkan saat-saat sengsara Yesus. Oleh sebab itu alangkah baiknya apabila umat dapat mengikuti rangkaian ibadat Kamis Putih dan Jumat Agung secara lengkap termasuk ibadat Tuguran dan Jalan Salibnya! Melalui rangkaian ibadat-ibadat inilah kita dapat melakukan napak tilas sengsara dan wafat Yesus demi menebus dosa manusia, termasuk dosa-dosa kita. Dan kita pun teringat akan sabda Yesus, “… apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepadaKu” (Yoh 12:32).

Selamat memasuki Tri Hari Suci penuh berkat.