Artikel

Aktualia

800 TAHUN PANGGILAN FRANSISKAN ANTONIUS PADUA

Dipublikasikan tanggal 13 June 2021

800 tahun panggilan Fransiskan Antonius Padua

Untuk merayakan Yubelium ini, Paus Fransiskus dalam suratnya (15 Februari 2020) yang ditujukan kepada para Fransiskan dan pencinta Santo Antonius yang dialamatkan kepada Minister General  Ordo Saudara Dina Konventual (OFMConv) Fr. Carlos A. Trovarelli, mengajak seluruh Fransiskan, pencinta Santo Antonius, umat Allah  untuk melihat dan belajar dari Santo Antonius dalam hidup beriman dan dalam memilih apa yang menjadi kehendak Allah. Santo Antonius adalah teladan dalam beriman dan teladan bagi kaum muda dalam keberanian untuk memilih yang tepat seturut kehendak Allah.

Paus Fransiskus dalam suratnya juga mengajak kaum muda untuk melihat sosok Santo Antonius  walaupun rentang waktu yang lama 800 tahun yang lalu tetapi sangat modern dan genial dalam intuisi-intuisinya sehingga dapat menjadi teladan bagi generasi sekarang dalam perjalanan yang benar bagi setiap pribadi. Dan lagi, Paus Fransiskus mengutip kata-kata Santo Antonius: “Aku melihat Tuhanku”. Paus mengajak semua orang untuk mengulang kata-kata sang Santo dan pentingnya “melihat Tuhan” dalam diri saudara dan saudari, mempersembahkan kepada mereka kegembiraan, harapan dan kemungkinan untuk bertemu dengan sabda Allah yang darinya bersumber hidup yang benar.

Santo Antonius lahir di Lisbon, Portugal pada tahun 1195, dengan nama baptis Fernando. Ia berasal dari keluarga bangsawan dan kaya raya. Ayahnya bernama Martinus dan ibunya bernama Maria. Orang tuanya mengirimnya studi untuk kelak bisa menjadi  seorang birokrat yang handal atau sebagai seorang ahli dalam ilmu gerejani. Namun sayangnya Fernando lebih suka berdoa. Dikisahkan melalui satu lukisan di Gereja  Katedral Lisbon, ketika ia sedang berdoa, di dalam Katedral, Fernando mengusir setan dengan tanda salib di atas lantai.

Biara  Agustinian Salib Suci di Coimbra

Pada usia 15 tahun, setelah melalui suatu permenungan dan discerment, ia kemudian memutuskan untuk meninggalkan kemewahan dan  keluarganya, dan masuk ke biara rahib Santo Vinsensius di Lisbon. Ia menjadi anggota Ordo Religius Kanonik Santo Agustinus sebagaimana yang ia cintai untuk seluruh hidupnya. Para religius dari ordo ini  selain hidup dalam doa, para anggota juga harus melalui masa formasi dengan menekankan pentinggnya studi intelektual. Apa yang sebelumnya telah ia tinggalkan kini harus ia jalani dalam masa formasi hidup religiusnya. Tantangan juga datang dari orang tua, keluarga dan para sahabatnya untuk memintanya meninggalkan biara. Atas persetujuan pemimpin biara akhirnya Fernando dipindahkan ke biara lain di Coimbra yang pada waktu itu adalah ibu kota dari kerajaan Protugal. Di Coimbra akhirnya Fernando dapat menjalankan formasi dan studi teologi dan pada usia 25 tahun ia ditahbiskan menjadi imam.

5 Martir Fransiskan pertama di Maroko

Lisabon, tempat Kelahiran Santo Antonius

Menjadi Pengikut Santo Fransiskus Assisi

Pada bulan Februari 1220, di Coimbra tersebar berita bahwa di Maroko telah dibunuh secara kejam dan wafat sebagai martir 5 misionaris Fransiskan. Relikwi mereka kemudian diterima oleh orang-orang Kristen melalui seorang saudara dari raja Portugal di Gereja Salib Suci di Coimbra, yang bersebelahan dengan biara tempat Fernando tinggal. Fernando juga mendapat kesempatan untuk menghormati relikwi ke-5 martir pertama Fransiskan yang beberapa bulan sebelumnya telah bertemu. Para martir Fansiskan ini datang dari tempat yang jauh, Umbria (Italia tengah), dengan semangat dan suka cita, dengan kesederhanaan serta iman yang teguh membawa kabar gembira Injil ke seluruh dunia. Mereka tidak takut untuk mewartakan Injil sekalipun nyawa menjadi taruhannya. Kesaksian iman para martir Fransiskan ini telah menggugah hati, jiwa dan seluruh diri Antonius.

Suatu hari, para Fransiskan, yang pada waktu itu telah tinggal menetap dekat biara di Olivais, mengetuk biara tempat Fernando tinggal untuk meminta-minta. Pertemuan Fernando dengan para Fransiskan ini meneguhkannya untuk meminta izin kepada pemimpn biaranya dan bergabung dengan para Fransiskan untuk menjadi misionaris. Ia ingin segera bergabung dengan para Fansiskan dan berangkat ke Maroko dan berkehendak untuk menjadi martir Kristus.

Setelah mendapat persetujuan dari pemimpin biaranya, ia kemudian menggunakan jubah Fransiskan dan meninggalkan selamanya biara Salib Suci, Coimbra dan kini namanya menjadi Antonius. Setelah mempersiapakan segala sesuatunya untuk bermisi, akhirnya merekapun berlayar menuju Afrika.

Bertemu Fransiskus Assisi di Kapitel Tikar 1221

Dalam pelayaran menuju Afrika, Antonius sakit parah. Penyakit yang di deritanya membuatnya tidak bisa bergerak dan akhirnya cita-citanya menjadi martir telah luluh. Ia hanya bisa menyerahkan segalanya pada kehendak Allah semata. Akhirnya ia pun menyadari bahwa penderitaaan sakit yang dialaminya juga merupakan bagian dari kemartiran yang dicita-citakannya di Afrika. Badai yang kemudian menghantam kapalnya, membawanya sampai ke Sisilia, Italia Selatan. Dan dari sinilah mulai petualangan baru perjalannnaya sampai ke Assisi, 29 mei di tahun 1221 pada Pentakosta tepat pada perayaan Kapitel Ordo Fransiskan yang dipimpin oleh Fransiskus Assisi. Dari Assisi, Antonius berangkat ke Montepaolo dekat Forli dan di sana ia menjalani hidup kontemplatif dan kelak menjadi kekuataannya untuk memulai karya misi baru. Peristiwa berahmat ini dirayakan oleh para Fransiskan dan para pencinta dan devosi Santo Antonius dan Santo Fransiskus.

Berkat Relikwi Santo Antonius Padua di Jakarta

Pada tahun 1996 tepatnya dari 23 Februari sampai 2 Maret 1996, Gereja Katolik Indonesia, terlebih Keuskupan Agung Jakarta dan Keuskupan Agung Medan mendapatkan kesempatan berahmat menerima kunjungan Relikwi Santo Antonius Padua. Peristiwa ini menjadi salah satu perayaan dan pengembangan devosi Santo Antonius dalam rangka Yubileum 800 tahun kelahiran sang santo. 

Kenangan dari Umat Santo Lukas Sunter untuk dipersembahkan kepada basilika Santo Antonius di Padua

Sejenak melihat ke belakang peristiwa agung ini, Sang santo hadir melalui relikwi (bagian kecil tubuhnya) , menyapa dan memberkati umat beriman dan mereka yang berdevosi dan berdoa melalui pengantaraannya. Di Keuskupan Agung Jakarta, perayaan litugi meriah dan perarakan relikwi serta berkat Santo Antonius berlangsung di Santo Paskalis dan Santo Lukas Sunter.

Relikwi Santo Antonius Padua, di gereja Santo Lukas, Sunter

Berkat relikwi Santo Antonius Padua di Gereja St. Paskalis, Jakarta

Santo seluruh dunia

Jenazah hamba Allah itu dipindahkan dari Arcella ke gereja kecil, Santa Maria, seturut keinginannya sebelum ia meninggal. Semua warga kota dengan mengenakan pakaian berkabung turut mengantarnya ke peristirahatan yang terakhir. Malam itu juga terjadi mukjizat di sekitar makam Antonius. Orang berbondong-bondong datang berziarah baik dari dekat maupun dari jauh.

Basilika Santo Antonius Padua

Basilika Santo Antonius Padua

Makam Santo Antonius Padua

Segera pejabat gereja mulai mengadakan penyelidikan atas kekudusannya. Pertama-tama Uskup Padua, Jacopo di Corrado, kemudian Paus Gregorius IX, sahabat dekat dan pengagum Antonius. Proses kanonisasi Antonius berlangsung cepat. Pada 30 Mei 1232, belum genap satu tahun setelah kematiannya, Antonius diberi gelar Santo oleh paus Gregorius IX di Gereja Katedral Spoleto, Italia.

Pita Suara Santo Antonius Padua

Para Fransiskan dan masyarakat Padua serta para peziarah mulai membangun basilika yang megah. Di dalam basilika itu dibangun suatu ruangan yang pantas untuk makam Santo Antonius, santo yang terkenal dengan pembuat mukjizat. Pada tahun 1263, jenazah Santo Antonius dipindahkan ke Basilika yang baru. Upacara ini dihadiri oleh Bonaventura (Minister umum Fransiskan). Ketika makamnya digali, lidah Sang Santo secara ajaib ditemukan dalam keadaan utuh dan segar.

Biara dan basilika Santo Antonius Padua, yang dilayani oleh OFMConv

Basilika Santo Antonius Padua         

Camposampiero, Santuari Santo Antonius berkotbah dari Pohon Kenari dan tempat Kanak-Kanak Yesus merangkul Antonius

Camposampiero

Arcella-Padua, tempat Transitus Antonius padua

Arcella, Padua

Antonius adalah orang kudus seluruh dunia. Di Padua dia dipanggil sebagai “il Santo” yang kudus. Santo Antonius dihormati bahkan oleh orang-orang non Katolik.

Beberapa lambang dan kekhasan yang diatributkan kepada Santo Antonius dari Padua.

  • Santo Antonius Padua dikenal sebagai pelindung untuk menemukan barang-barang yang hilang.
  • Ia juga terkenal dengan kepeduliannya kepada orang-orang miskin, maka sangat terkenal “Roti Antonius”, bahwa melalui pengantaraannya banyak orang mendapatkan apa yang mereka butuhkan.
  • Santo Antonius juga disimbolkan dengan bunga bakung yang melambangkan kemurnian hatinya dan juga perlawanan terhadap yang jahat.Santo Antonius Padua, doakanlah kami. Amin
  • Antonius dan Kanak-kanak Yesus mengingatkan akan penampakan yang terjadi di Camposampiero. Ini mengatakan bahwa Santo Antonius begitu dekat dan dan akrab dengan Yesus.
  • Antonius dan wajah muda. Wajah yang muda berhubungan dengan pribadi yang ideal, bersih, baik yang ramah terhadap semua.
  • Buku Injil. Antonius begitu akrab dengan ilmu pengetahuan. Buku Injil menjadi sumber buku yang utama yang tampak dalam pengajaran, kotbah dan doktrin-doktrin yang diajarkannya.
  • Jubah Fransiskan. Jubah ini mengingatkan dia sebagai pengikut santo Fransiskus, seorang Fransiskan.
  • Antonius juga digambarkan dengan tangan yang diatasnya bernyala api yang melambangkan kasihnya pada Allah dan kepada sesama.

            Artikel : P. Fictorium Natanael Ginting, OFMConv