Profil

ORDO SAUDARA DINA KONVENTUAL (OFMConv)

ofmconv

Ordo Fratrum Minorum Conventualium / Ordo Saudara Dina konventual (OFMConv) adalah ordo tertua Fransiskan, pengikut Santo Fransiskus Asisi. Ordo yang berdiri pada tahun 1209 yang kemudian menjadi mandiri pada tahun 1517 ini memiliki biara induk di Asisi dan berpusat di Roma Italia sedangkan di Indonesia, berpusat di Delitua Medan. Dalam keluarga Fransiskan / Fransiskanes, Saudara Dina Konventual disebut Saudara Tua. OFMConv dipimpin oleh Minister General (sebagai pengganti Santo Fransikus Asisi). Minister General sekarang adalah Pastor Marco Tasca OFMConv, minister general urutan ke-119 sesudah Fransiskus Asisi. Di beberapa negara, OFMConv disebut juga dengan panggilan Greyfriars, Claustrales, Cordelier, Minoriten, Franciszkanie dan Conventuali.

Ciri khas dari para Fransiskan Konventual adalah kami mengenakan jubah yang berbentuk salib yang dilengkapi dengan kap dan kaperun sampai tali pinggang dan disertai dengan seutas tali singel bersimpul tiga (melambangkan ketiga kaul hidup membiara, yaitu kaul kemiskinan, kemurnian, dan ketaatan). Warna jubah OFMConv ada dua, yaitu abu-abu dan hitam.

Kehadiran Ordo Saudara Dina Konventual (OFMConv) di Indonesia dimulai di Bogor (Jawa Barat) pada tahun 1937 oleh Saudara-saudara Fransiskan Konventual dari Belanda. Pada waktu itu Bogor masih termasuk wilayah Vikariat Batavia (Jakarta). Paroki Bogor diserahkan oleh Yesuit (SJ) kepada Ordo Saudara Dina Konventual (OFMConv) pada tahun 1938.

Selain menggembalakan umat Katolik Paroki Bogor, para misionaris itu berhasil pula memikat hati beberapa pemuda Indonesia menjadi Biarawan Fransiskan Konventual. Tiga pemuda berhasil menjadi imam dan seorang pemuda menjadi frater religius (bruder). Mereka adalah Pastor Adeodatus Laibahas OFMConv, Pastor Ignatius Nohmad Wignyoharsono OFMConv, Pastor Paulus Lie Ka Kwi OFMConv, dan Frater Willybrodus Marinka OFMConv. Mereka semua dibina dan distudikan di Italia. Karena keterbatasan tenaga akibat usia tua dan luasnya medan karya dan karena Saudara-saudara OFM sudah hadir di Bogor, maka Provinsi OFMConv Belanda memutus¬kan untuk menarik kembali anggotanya dari Indonesia. Pastor Adeodatus Laibahas OFMConv diutus oleh Minister General meneruskan misi di Indonesia, namun tidak di Bogor tetapi di Medan.

Maka dengan penuh semangat pada tanggal 4 Februari 1967 Pastor Adeodatus tiba di tanah air. Misi OFMConv tidak dilanjutkan di Keuskupan Bogor-Jawa Barat, tetapi di Keuskupan Agung Medan-Sumatera Utara atas permintaan Uskup Agung Medan (Mgr. Ferrerius Van Den Hurk OFMCap). Setelah mengunjungi keluarga dan sanak saudaranya, Pastor Adeodatus berangkat menuju daerah misi Sumatera Utara. Pastor Adeodatus Laibahas OFMConv tiba di Medan pada tanggal 7 April 1967. Setelah bertemu dengan Uskup Agung Medan, beliau ditempatkan untuk sementara waktu di Paroki Pangururan untuk belajar bahasa Batak Toba dan budaya daerah serta mengenal medan karya. Daerah yang akan menjadi medan misinya adalah daerah Binjai-Langkat. Namun pada tanggal 16 April 1967, beliau meninggal dunia karena tenggelam sewaktu berenang di Danau Toba. Beliau dimakamkan di Pemakaman Delitua. Imam kedua OFMConv yaitu Pastor Ignatius Nohmad Wignyoharsono OFMConv juga meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas di Magelang-Jawa Tengah pada tanggal 27 November 1970. Saat itu beliau sedang cuti di kampung halamannya. Beliau dimakamkan di Pemakaman Muntilan. Satu-satunya imam yang masih hidup adalah Pastor Paulus Lie Ka Kwi OFMConv, warga Bogor. Pastor Paulus Lie Ka Kwi OFMConv memilih kewarganegaraan Jerman dan hingga sekarang tinggal dan berkarya di Jerman. Beliau telah berusia lanjut, namun sehat walafiat. Frater Willybrodus Marinka OFMConv meninggalkan OFMConv, lalu berkeluarga. Sekarang beliau tinggal di Bojong Jakarta. Dengan wafatnya Pastor Adeodatus Laibahas, maka untuk sementara waktu karya misi di Sumatera Utara ditunda. Namun karena permintaan dari Uskup Agung Medan kepada Minister General OFMConv, setahun kemudian karya misi tersebut dilanjutkan oleh tiga imam Fransiskan Konventual dari Italia. Ketiga imam itu adalah Pastor Giuseppe Brentazzoli OFMConv, Pastor Ferdinando Severi OFMConv, dan Pastor Antonio Murru OFMConv.

Dalam perkembangannya, Saudara-saudara OFMConv di Indonesia berkarya sebagai pastor di paroki, dosen, guru, katekis, pengurus yayasan, pembina ketrampilan, pembimbing asrama, pembimbing panti asuhan, pembimbing retret/rekoleksi, dan formator di di rumah-rumah pembinaan. Saat ini OFMConv berkarya di 4 keuskupan, yaitu: Keuskupan Agung Medan, Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Atambua, dan Keuskupan Manado.

Di Keuskupan Agung Jakarta pada tahun 1989 OFMConv membuka misi OFMConv. Uskup Agung Jakarta mempercayakan Paroki Santo Lukas Sunter kepada OFMConv. Di ibukota negara Indonesia ini, OFMConv juga memiliki sebuah biara bernama Biara Santo Lukas.

KOMUNITAS OFMConv DI JAKARTA

Komunitas Fransiskan Konventual (OFMConv) Jakarta

Kepala Komunitas (Guardian)

P. Tarsisius Maria Robert Zonpiter Sihotang, OFMConv

Anggota

  • P. Yakub Maria Janami Barus, OFMConv (Wakil Guardian)
  • P. Maxinimus Maria Nepsa, OFMConv ( Sekretaris)
  • P. Pedro Maria Gonzales Zonggar, OFMConv (Ekonom/Eksaktor)
  • Fr. Frederic Maria Michael Sila, OFMConv (Toper)

Pastor yang pernah melayani sebagai Guardian (Kepala Komunitas OFMConv) di Jakarta:

  • P. Antonio Murru, OFMConv (1989-1993)
  • P. Salvatore Sabato, OFMConv(1993-2002)
  • P. Antonius Saragih, OFMConv(2002-2006)
  • P. Marselinus Salem Damanik, OFMConv(2006-2009)
  • P. Titus Khian, OFMConv (2009-2013)

 

ofm_Pusat_OFMConv_di_Indonesia

ofm_Komunitas_OFMConv

ofm_Para_Fransiskan_Konventual

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai OFMConv, kunjungi www.ofmconv.org