Profil

KONGREGASI SUSTER SANTO PAULUS DARI CHARTRES (SPC)

AWAL MULANYAsusterspc

Dari sebuah desa kecil di paroki Levesville la Chenard, Dioses Chartres, Perancis Utara. Sekitar akhir abad ke-17, Perancis menghadapi situasi kemiskinan, kemerosotan moral dan krisis iman yang mendalam, hal itu disebabkan oleh perang dan pemberontakan yang berkepanjangan. Situasi masyarakat yang demikian inilah yang kemudian melatar belakangi tumbuhnya benih-benih Suster-suster Santo Paulus dari Chartres.

Pada tanggal 25 Juni 1694, Pastor Louis Chauvet, ditugaskan sebagai pastor paroki ditempat ini. Diawal tugasnya situasi di paroki sungguh memprihatinkan dan tragis; bangunan gereja rusak, umatnya miskin dan kelaparan, mereka tidak peduli dalam hidup beriman, moralnya pun rusak. Situasi inilah yang menantang Pastor Louis Chauvet berani memutuskan untuk mempersembahkan seluruh hidupnya bagi paroki Levesville. Ia berusaha memanfaatkan segala daya upaya demi membangun kehidupan iman umatnya. Namun banyak kali usahanya itu menghadapi masalah. Pastor Louis Chauvet menyadari bahwa ia tidak dapat melakukan pekerjaan di paroki seorang diri. Beliau mencari para pemudi yang rela membantunya. Akhirnya, Pastor Louis menemukan 3 orang gadis desa yang siap membantunya di paroki.

Pada tahun 1696 Marie Anne de Tilly, datang membantu Pastor Louis Chauvet. ia dilahirkan di Puri Allaines, Perancis Utara. Meskipun berasal dari kalangan bangsawan ia merelakan seluruh hidupnya untuk membantu Pastor Louis Chauvet dan bersedia melibatkan diri mewujudkan cita-cita Pastor Louis Chauvet.

Marie Anne de Tilly mengajar dan membimbing gadis-gadis desa untuk menjadi guru agar mereka siap menghadapi masa depannya. Ia bersama para gadis desa, juga menyediakan diri untuk mengurusi orang sakit dan para gelandangan. Mereka mengumpulkan anak-anak untuk belajar membaca dan menulis. Satu-satunya peraturan yang mereka pegang adalah menghayati cinta kasih Kristus.

Kelompok gadis-gadis desa Levesville ini semakin bertambah jumlahnya, dan karya pelayanan mereka juga berkembang sampai di luar paroki Levesville. Pada waktu itu Pastor Chauvet tidak berpikir untuk mendirikan sebuah komunitas atau konggregasi yang besar dan bersifat internasional. Namun kehendak Tuhan lain, karena berkat dan rahmat-Nya, yang tadinya hanya merupakan sebiji sesawi, sekarang berkembang menjadi pohon yang besar, yang ranting-rantingnya mencapai seluruh dunia.

Kini Suster-suster Santo Paulus dari Chartres telah hadir di banyak Negara seperti di Eropa, Afrika, Amerika Utara dan Selatan serta di kawasan Asia seperti di Jepang, Korea, Hongkong, Filipina, Thailand dan Indonesia.

Kongregasi Suster SPC

  • Bersifat Internasional, berkedudukan di Roma, Italy
  • Para suster berkarya di 5 benua dan di 38 negara.
  • Saat ini jumlah suster SPC di dunia # 5 ribu suster.
  • Karya utama: pendidikan/sekolah, kesehatan dan pelayanan pastoral dan social

SPC DI INDONESIA

Kedatangan SPC di Indonesia atas undangan Bapak Uskup Mgr. W. Demarteau, MSF yang waktu itu menjadi Uskup Banjarmasin. Pada tanggal 2 Oktober 1967, tiba di Banjarmasin, Kal-Sel enam orang Suster SPC kebangsaan Filipina. Kepada mereka Bapak Uskup mempercayakan pengasuhan dan pengelolaan Rumah Sakit Suaka Insan, Sekolah Perawat dan Poliklinik di Banjarmasin. Kini Suster SPC, sebagaimana Kongregasi kami dikenal, juga mengasuh dan mengelola sekolah-sekolah, asrama puteri dan pelayanan kesehatan. Kami juga melayani masyarakat di pedalaman dan pedesaan di bidang kesehatan dan karya pastoral.

Sekarang ada 10 (sepuluh) Komunitas SPC di Indonesia yang berada di Keuskupan Palangka Raya, Jakarta dan Keuskupan Ende, Flores, NTT. Dengan sekitar 80 Suster, bekerja di bidang kesehatan, pendidikan dan karya pastoral paroki dan daerah pedalaman.

SPC Jakarta

Pada tahun 1984 Suster SPC mengembangkan karya pendidikan di Jakarta. Kami memulai membangun gedung TK, SD dan SMP Santo Paulus di Sunter, Jakarta Utara. Peresmian peletakan batu pertama dilakukan oleh Bapak Mulyadi, Walikota Jakarta Utara. Pada tanggal 19 Januari 1986, setelah pembangunan gedung selesai, pada tanggal 21 Februari 1987, Mgr. Leo Soekoto, SJ, Uskup Agung Jakarta meresmikan gedung sekolah.

Para suster pertama yang merintis pembangunan dan komunitas Jakarta yaitu Sr. Marie Carmen dan Sr. Alma Marie berasal dari Filipina.

Saat ini ada 6 orang suster Indonesia yang berkarya di Jakarta, Para suster mengelola Sekolah Santo Paulus di bawah Yayasan Suaka Insan SPC, yang berkedudukan di Banjarmasin. Mereka adalah…

  • Sr. Marsiana Maria, SPC sebagai Koordinator Yayasan
  • Sr. Sofia Mathilda, SPC Ketua Yayasan Pusat
  • Sr. Maria Henylia, SPC Guru Matematika SMP
  • Sr. Bibiana Secundina, SPC Guru TK Santo Paulus
  • Sr. Maria Thersia, SPC Bendahara Yayasan
  • Sr. Theresia Dwi Studi STIK Sint Carolus

Sebagaimana kongregasi kami dikenal dan berawalmula, kami pun berusaha semaksimal mungkin untuk turut berpartisipasi dalam pelayanan di paroki. Sejauh mungkin kami melibatkan diri dalam kegiatan rohani di lingkungan dan di paroki, bekerjasama dengan para pastor.

YAYASAN SUAKA INSAN SPC

Semboyan Yayasan

spc

"In Omnibus Caritas" ( Kasih Dalam Segalanya )

Makna Logo

 

  • Salib melambangkan Iman
  • Jangkar melambangkan Harapan
  • In Omnibus Caritas melambangkan Semangat Kasih dalam Segala tindakannya
  • Warna Merah Putih melambangkan Bangsa Indonesia
  • Warna Hijau melambangkan Pancasila (Dasar Negara Indonesia
  • Buku melambangkan Ilmu (lambang Pengetahuan/Kebijaksanaan)
  • 17 butir padi dan 8 kapas melambangkan 17 Agustus (Hari Kemerdekaan Indonesia)
Informasi lebih lanjut mengenai SPC
Silahkan datang ke Komunitas kami:
Jl. Danau Agung 13, Blok E, 9/4
Sunter Agung, Jakarta
Telp. 6402686, 65832512