GUA ATAU KANDANG

Dipublikasikan tanggal 22 December 2017

GUA ATAU KANDANG

Di mana Yesus Dilahirkan?

Hari kelahiran Yesus Kristus ditandai dengan hiasan tempat kelahiran Yesus. Sampai hari ini umat Katolik masih bertanya-tanya, di mana sesungguhnya Yesus lahir, di dalam gua atau kandang? Hal ini tentu saja besar pengaruhnya terhadap istilah Gua Natal atau Kandang Natal.

Ide Kandang Natal pertama kali dicetuskan oleh Santo Fransiskus dari Assisi pada tahun 1223 ketika beliau ingin mempersembahkan sebuah kenangan yang hidup tentang kelahiran Yesus. Kandang Natal (It. il presepe) pertama ini mencoba menyelaraskan dua kisah kelahiran yang berbeda dalam Injil Matius dan Lukas. Injil Lukas mengisahkan kunjungan para gembala yang menerima kabar kelahiran Yesus dari malaikat. Injil Lukas juga mencatat bahwa bayi Yesus terbaring di dalam palungan. Injil Matius mengisahkan kunjungan orang-orang Majus ke rumah Yesus berkat arahan dari sebuah bintang. Banyak orang membayangkan bahwa begitulah penampakan kelahiran Yesus di kota Betlehem ribuan tahun yang lalu.

Sayangnya, baik Injil Matius maupun Lukas tidak pernah menyebutkan bahwa Yesus lahir di dalam sebuah kandang ataupun sebuah gua. Adanya palungan di tempat kelahiran Yesus mungkin saja menandakan bahwa tempat kelahiran Yesus adalah sebuah kandang, namun hal itu belum tentu benar. Luk 2:7 hanya mencatat bahwa Yesus dibaringkan di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Terjemahan “rumah penginapan” untuk kata Yunani “kataluma” nampaknya kurang pas. "Kataluma" lebih tepat diterjemahkan sebagai kamar yang biasa dipakai untuk menginap tamu atau sanak saudara. Kemungkinan besar Yusuf dan Maria tidak dapat menemukan tumpangan di rumah sanak saudara mereka, sehingga terpaksa menginap di sebuah tempat penampungan umum. Maka, tidak heran di tempat itu juga mungkin tersedia tambatan kuda dan palungan! Luk 2:18 mencatat bahwa semua orang heran mendengarkan kesaksian para gembala. Rupanya ada orang-orang lain di tempat kelahiran Yesus selain keluarga kudus dan para gembala. Hal ini tidaklah mengherankan kalau benar Yesus dilahirkan di sebuah tempat penampungan umum yang pasti banyak orang dan mudah didatangi.

Kelahiran Yesus di dalam gua pertama kali dicatat oleh Santo Yustinus Martir dalam tulisannya “Dialog dengan Trypho”. Dalam kitab apokrif Proto Injil Yakobus (Protevangelium of James) dikisahkan juga kehadiran seorang bidan di sekitar tempat kelahiran Yesus. Lukisan Gereja-gereja Timur tentang kelahiran Yesus kadang menampilkan bidan yang sedang membantu Maria memandikan bayi Yesus.

Yang tidak kalah menariknya adalah kehadiran binatang lembu dan keledai di sekitar tempat kelahiran Yesus. Dari mana asal usul kehadiran mereka? Rupanya para seniman mencoba menampilkan nubuat Yesaya dalam kelahiran Yesus. Yes 1:3 mencatat, “Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya.

Kunjungan orang-orang Majus terjadi beberapa saat sesudah Yesus dilahirkan. Yesus bukanlah bayi lagi, melainkan balita. Latar belakang kunjungan pun adalah sebuah rumah. Usia Yesus pada saat itu mungkin mendekati dua tahun, karena Herodes menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya yang berusia dua tahun ke bawah. Liturgi Gereja Katolik membedakan “Hari Raya Kelahiran Tuhan” (25 Desember) dari “Hari Raya Penampakan Tuhan” atau “Pesta Tiga Raja” (6 Januari).

Jelas bahwa baik Injil Matius maupun Injil Lukas tidak pernah memastikan bahwa Yesus lahir di dalam kandang atau gua. Namun, kiranya segala kreasi artistik Kandang Natal atau Gua Natal dengan kado-kado yang dihamparkan di sekitarnya kiranya tidak perlu disingkirkan. Yang jelas memang kelahiran Yesus diwarnai dengan sukacita dan kesederhanaan.

Kandang Natal Berusia Ratusan Tahun dari Napoli