SALAM BAGIMU

Dipublikasikan tanggal 13 April 2020

SALAM BAGIMU

Inspirasi Injil Hari Senin dalam Oktaf Paskah

Saya terinspirasi hari ini ketika memandang logo dari ordo Dominikan. Logo itu terdiri dari sebuah perisai dan bintang di atasnya serta tulisan di sekitar perisai yang berbunyi, “Laudare, Benedicere, Praedicare”. Kata-kata Latin ini berarti “memuji, memberkati, dan mewartakan”. Inilah salah satu moto dari ordo Dominikan.

Kata-kata ini sangat erat hubungannya dengan amanat bacaan Injil hari ini, yang diambil dari Mat 28:8-15. Pada hari pertama minggu itu beberapa wanita datang ke makam Yesus. Sesampainya di sana, mereka mendapatkan kenyataan bahwa kubur telah kosong. Maka, mereka segera pergi dari kubur itu dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Pada saat itulah Yesus menampakkan diri kepada mereka dan berkata, “... Salam bagimu .... Jangan takut ... Pergi dan katakan kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku” (Mat 28:8-10).

Apa amanat dari potongan perikop Injil Matius ini kepada kita hari ini? Sebagaimana kita ketahui di akhir Injil Matius Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk mewartakan Injil sampai ke seluruh dunia (Mat 28:19-20). Penginjil Matius menutup Injilnya dengan sebuah misi evangelisasi. Sukacita Paskah tidak berakhir dengan iman akan Yesus yang bangkit, namun harus dilanjutkan dengan ketekunan dan kesungguhan untuk mewartakan Injil. Evangelisasi merupakan bagian penting dalam kehidupan umat dan tahapan-tahapan untuk mewartakan Injil adalah sebagaimana tertulis pada logo ordo Dominikan. Tahapan pertama dalam evangelisasi adalah “memuji Allah”. Manusia memuji Allah dalam doa baik, itu doa pribadi maupun doa syafaat. Seluruh umat manusia di dunia pada umumnya dan bangsa Indonesia pada khususnya, membutuhkan doa-doa umat Kristen untuk melewati masa-masa kritis akibat penyebaran infeksi virus Covid-19.

Kedua, evangelisasi berarti “memberkati”. Tidak dapat disangkal lagi bahwa pandemi virus Covid-19 akan membawa dunia kepada resesi ekonomi yang parah. Banyak orang akan kehilangan pekerjaan dan tentu saja banyak orang akan kesulitan untuk memenuhi bahkan kebutuhan-kebutuhan dasar mereka. Inilah saatnya untuk mewujudkan evangelisasi dengan berbagi.

Ketiga, evangelisasi berarti “mewartakan Injil”. Injil adalah kabar baik, dan bukan kabar ketakutan. Ketika media sosial dipenuhi dengan berita-berita yang menakutkan, umat Kristen harus tampil dengan kabar baik, kabar penuh pengharapan dan sukacita. Singkat kata, evangelisasi harus dinyatakan dengan segala sikap dan tindakan umat Kristen yang membawa sukacita, menghapuskan ketakutan, dan mengajak manusia untuk semakin mengandalkan dan berharap kepada Allah.