33 TAHUN : YANG BIASA MENJADI LUAR BIASA

Dipublikasikan tanggal 21 August 2022

33 TAHUN : YANG BIASA MENJADI LUAR BIASA

Dia adalah seorang pemuda yang biasa saja. Lahir pada tahun 1888 di sebuah desa kecil di Skotlandia dan hidupnya selalu pas-pasan. Sampai usia 35 tahun, ia bisa dibilang selalu kesulitan dalam hal keuangan. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, berbagai pekerjaan dijalaninya. Mulai dari berdagang sepatu sampai menjadi salesman silet. Usaha ulet dan semangatnya tidak sia-sia.

Ia berhasil menempuh pendidikan di sebuah universitas. Sayang, Perang Dunia I meledak. Kuliah sang pemuda terpaksa tertunda. Ketidak beruntungan lainnya ialah kesehatannya tidak baik. Ia gagal berpartisipasi membela negaranya sebagai tentara. Ia ditempatkan untuk bekerja di sebuah perusahaan listrik.

Pada tahun 1923, ia telah melakukan ratusan eksperimen yang akhirnya membuahkan gambar berkedip-kedip dalam jarak 3 meter. Ya, dia adalah John Logie Baird si penemu televisi. Berkat ketekunan dan sikapnya yang pantang menyerah, karya Baird akhirnya bisa dinikmati semua orang di seluruh dunia hingga sekarang.


Hari ini paroki Sunter merayakan ulang tahun ke 33. Berkat rahmat Allah, doa dan karya umat, banyak hal yang berhasil dicapai. Umat semakin banyak, komunitas rohani berkembang, gedung gereja semakin cantik, dan teknologi yang digunakan semakin canggih. Bersyukur : yes. Berhenti berkarya : no !

Kita juga bersyukur pada hari yang istimewa ini. Dewan Paroki Harian dan Dewan Paroki Pleno dilantik. Jika kita bertanya, mengapa bapak / ibu terpilih sebagai anggota dewan ? Mereka tidak bisa menjawab dengan pasti. Mereka adalah orang – orang yang biasa. Yang menjadikan mereka luar biasa ialah kerelaan mau berbagi waktu, ilmu, tenaga, bahkan mungkin dana untuk perkembangan umat Allah di Paroki Sunter. Seperti Abraham yang dulunya bukanlah siapa-siapa, namun karena ketaatannya pada Allah, Abraham mendatangkan berkat bagi seluruh dunia. Semoga anggota Dewan Paroki Harian dan Dewan Paroki Pleno Paroki Sunter yang dilantik senantiasa bersemangat dan tidak pernah menyerah untuk berkarya dan menjadi berkat bagi Gereja dan negara. Mari kita dukung mereka dengan doa dan talenta kita. (yhe)