PAROKI SUNTER 36 TAHUN MELANGKAH BERSAMA
Dipublikasikan tanggal 20 August 2025
“Paroki Sunter, 36
Tahun Melangkah Bersama, Menjadi Berkat Bagi yang Lemah”
Hari ini, seluruh umat
Paroki Sunter bersyukur kepada Allah atas perjalanan 36 tahun yang penuh
rahmat. Sebuah usia yang menandai perjalanan panjang, tidak hanya dalam
hitungan waktu, tetapi juga dalam iman, persaudaraan, dan pelayanan.
Sejak awal berdirinya,
paroki kita tumbuh karena kasih Tuhan yang mempersatukan umat-Nya. Dalam suka
dan duka, keberhasilan maupun tantangan, kita berjalan bukan sebagai pribadi
yang terpisah, tetapi melangkah bersama sebagai satu keluarga Allah.
“Berdua lebih baik daripada
seorang diri… Karena kalau mereka jatuh, yang seorang akan mengangkat
temannya.” (Pengkhotbah 4:9-10)
Ayat ini mengingatkan
kita bahwa perjalanan iman tidak bisa ditempuh sendirian. Paroki bukan hanya
bangunan atau struktur organisasi, melainkan komunitas yang saling menopang, di
mana yang kuat menguatkan yang lemah, dan yang lemah menemukan tempat yang aman
untuk bertumbuh.
Selama 36 tahun ini,
kita melihat bagaimana Paroki Sunter menjadi rumah iman bagi banyak umat:
- Menjadi tempat beribadah dan berjumpa
dengan Tuhan.
- Menjadi ruang persaudaraan yang
menghapus perbedaan.
- Menjadi wadah pelayanan yang membawa
terang bagi masyarakat sekitar.
Tema tahun ini
mengingatkan kita untuk tidak berhenti hanya pada bersyukur, tetapi juga untuk
semakin menjadi berkat bagi yang lemah.
Yesus sendiri memberi
teladan pelayanan yang berpihak kepada mereka yang menderita, sakit, miskin,
dan tersisih. Dalam Injil Matius kita diingatkan:
“Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah
seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk
Aku.”
(Matius 25:40)
Melangkah bersama
berarti berjalan seirama, tidak meninggalkan yang tertinggal, tetapi justru menyambut,
merangkul, dan menguatkan mereka. Inilah panggilan Gereja: menghadirkan wajah
Allah yang penuh kasih kepada sesama, khususnya yang paling membutuhkan.
Perjalanan 36 tahun
ini juga menjadi kesempatan untuk melihat ke belakang dengan syukur, dan ke
depan dengan penuh pengharapan. Kita bersyukur atas para imam,
biarawan-biarawati, pengurus paroki, lingkungan, kategorial, dan semua umat
yang telah mempersembahkan waktu, tenaga, serta hati bagi karya pelayanan di
Paroki Sunter. Kita juga berharap bahwa di masa mendatang, paroki ini semakin hidup,
dinamis, dan berbuah, menjadi tanda kehadiran Kristus yang nyata.
Seperti kata Rasul
Paulus: “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu!
Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.”(Galatia 6:2). Maka, tugas kita bersama adalah menjaga persaudaraan ini, merawat
semangat pelayanan, dan tidak pernah lelah menjadi berkat bagi sesama.
Semoga Paroki Sunter
senantiasa menjadi ladang subur di mana iman bertumbuh, kasih bersemi, dan
persaudaraan berbuah lebat bagi kemuliaan nama-Mu. Amin.