PERTOBATAN EKOLOGIS : KEMBALI MERAWAT CIPTAAN
Dipublikasikan tanggal 17 February 2026

Pertobatan Ekologis: Kembali Merawat Ciptaan
Masa Prapaskah
mengajak kita untuk bertobat dan kembali kepada Tuhan. Namun, pertobatan tidak
hanya menyangkut hubungan kita dengan Allah dan sesama, tetapi juga dengan
seluruh ciptaan. Bumi, rumah bersama yang Tuhan percayakan kepada kita, sering
kali terluka oleh keserakahan, kelalaian, dan gaya hidup yang tidak bijaksana.
Pertobatan ekologis
berarti perubahan hati yang nyata, dari sikap menguasai menjadi merawat, dari
konsumsi berlebihan menjadi hidup sederhana, dari ketidakpedulian menjadi
tanggung jawab. Tuhan menciptakan dunia ini dengan kasih, dan manusia dipanggil
bukan sebagai pemilik, tetapi sebagai penjaga.
Dalam Masa Prapaskah
ini, kita dapat menghidupi tiga pilar iman dengan semangat merawat bumi:
- Doa: Mensyukuri keindahan alam dan
memohon kebijaksanaan untuk menjaganya.
- Puasa: Mengurangi konsumsi berlebihan,
menghindari pemborosan makanan, listrik, dan plastik.
- Sedekah: Berbagi dengan sesama sekaligus
mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Pertobatan ekologis
bukan sekadar tindakan kecil, tetapi tanda kasih kita kepada Sang Pencipta.
Saat kita merawat bumi, kita sedang merawat kehidupan, keadilan, dan masa depan
generasi mendatang.
Masa Prapaskah adalah
kesempatan untuk memulai perubahan dari
hati yang peduli, lahir tindakan yang berarti.



