HARI MINGGU PASKAH IV
Dipublikasikan tanggal 26 April 2026

HARI
MINGGU PASKAH IV
26 April 2026
Bacaan Liturgi :
· Bacaan
I : KIS 2 : 14a.36-41
· Bacaan
II : 1Petrus 2 : 20b-25
· Mazmur
: Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6
· Bacaan
Injil : Yoh 10:1-10
Renungan:
Minggu
ini Yesus menerangkan Kerajaan Surga melalui kiasan tentang Gembala yang baik.
Pada zaman dahulu, orang Yahudi mempunyai dua tipe kandang untuk
domba-dombanya. Satu kandang yang ada di dekat rumahnya dan satu lagi kandang
di padang penggembalaan yang terbuat dari dahan-dahan kayu, batu, dan
dilingkari semak berduri. Setiap hari sang gembala akan datang membawa
domba-domba ke padang penggembalaan tersebut untuk mereka merumput.
Oleh
Gembalanya domba-domba juga dibawa ke kandang di padang penggembalaan. Jika
lewat malam, domba-domba akan tidur di kandang ini dan gembalanya akan tidur di
pintu kandang. Domba-dombanya yang juga mengenal dia, merasa aman dan damai
saat berada dekat dengan gembalanya. Di ladang penggembalaan, ketika ada
pencuri memanggil domba-domba yang sedang merumput, dengan berbagai cara yang
dilakukan oleh mereka; dari memanggil dengan suara-suara sampai memancing
dengan makanan untuk menarik agar domba-domba itu mendekat, tidak akan ada
satupun domba itu mau datang. Mereka tetap tenang merumput. Bahkan jika bukan
gembalanya atau pencuri yang datang menghampiri, para domba akan ribut dan
membangunkan tuan rumahnya.
Berbeda
ketika gembalanya yang memanggil dengan suara khas yang mereka kenal, semuanya
berlari menghampiri. Dan yang menariknya adalah sang gembala memanggil para dombanya dengan
nama yang diberikan. Ia mengenal dan menghafal nama dombanya satu persatu.
Dalam
bacaan Injil minggu ini, Tuhan Yesus juga menyebutkan bahwa Ia adalah pintu dan
gembala bagi kawanan domba-domba-Nya. Semua domba yang percaya kepada-Nya akan
beroleh damai sejahtera-Nya. Hanya melalui satu pintu, yaitu pribadi Yesus
sendiri kita akan beroleh keselamatan, yang adalah kebangkitan dan kehidupan
kekal. Mari kita membayangkan diri kita sebagai domba-domba Kristus. Alangkah
beruntung dan bahagianya saat kita menyadari bahwa Yesus adalah gembala kita.
Dia adalah Sang Gembala yang telah mempertaruhkan nyawa-Nya bagi keselamatan
domba-domba–Nya. Satu persatu dipanggil sesuai namanya, menuntun mereka ke air
yang jernih, ke padang rumput yang hijau. Demikianlah Tuhan Yesus pun memanggil
kita satu per satu sesuai dengan nama kita.
Tidak
bisa dipungkiri, ada begitu banyak tantangan dan godaan yang akan membelokkan
kita dari suara Tuhan. Terlebih ketika kita berada di tengah pergumulan hidup
dengan berbagai masalah: kesehatan, keluarga, finansial, sosial dan banyak lagi
hal lainnya. Kita sudah tahu resiko yang akan kita hadapi ketika mencari jalan
sendiri kita akan bertemu ‘pencuri’,
binatang buas, dan bahaya lainnya. Pencuri dan binatang buas itu adalah roh-roh
jahat yang suka menjerumuskan kita ke dalam kedagingan duniawi. Namun toh tetap
kadang kala kita masih suka mencari “padang rumput semu” yang bukan diarahkan
oleh Gembala kita.
Di masa
modern saat ini, masa di mana hidup kita tidak bisa lepas dari gadget, media
sosial sangat berpotensi memecah perhatian kita dengan berbagai berita, hiburan
kosong, dan kebisingan lainnya yang meredam suara Tuhan dalam hati kita. Kita
tidak akan sanggup mengatasi itu semua sendirian tanpa bantuan dari Tuhan, kita
membutuhkan rahmat-Nya untuk dapat tetap setia dan fokus mendengarkan
suara-Nya. Melalui bacaan Injil hari ini kita kembali diingatkan kalau
keselamatan hanya akan diperoleh melalui Yesus. Mari kita menajamkan kembali
fokus dan prioritas hidup kepada Kristus, Sang Gembala yang Baik, sebagai
satu-satunya pintu menuju jalan keselamatan bagi hidup kita saat ini dan nanti.
Sebagai domba yang mengenal Dia, kita mau terus mendengarkan suara-Nya yang
senantiasa menuntun kita ke padang rumput yang hijau.
PERTANYAAN REFLEKSI:
- Apakah
suara bising di sekitar saya yang menghalangi saya mendengarkan suara Tuhan?
- Apa
yang harus saya lakukan agar saya bisa tetap terus fokus mendengarkan suara
Tuhan?
- Bukankah
kita seharusnya merasa aman dan tenteram ketika bersama Gembala kita yang baik?
Lalu apa lagi yang perlu dikhawatirkan?
- Yesus
adalah satu-satunya pintu keselamatan, apakah kita masih mau mencari
pintu-pintu lain selain melalui Yesus?
DOA
Dalam
nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus.
Yesus
, Putera Allah dan Gembala kami yang baik, Engkau mengenal kami satu persatu. Engkau
yang selalu menjaga dan melindungi kami dari segala bahaya. Ampunilah kami bila
kami masih seringkali belum setia mengikuti jalan-Mu. Kami percaya Engkau tidak
akan pernah membiarkan kami tersesat. Namun jika hal itu terjadi, mampukan kami
untuk kembali mendengar suara Mu, yang penuh kasih, memanggil kami kembali
dengan nama setiap pribadi kami. Yesus Yang Maha baik dan Pengasih, tuntunlah
hidup kami ke padang rumput subur, keselamatan abadi yang menjadi harapan kami
semua.
Semua permohonan dan harapan ini kami serahkan kepada Kristus, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa, sekarang dan selama-lamanya. Amin.
Tim Kerasulan Kitab Suci Paroki Sunter



