Hari Minggu Biasa XIV

Dipublikasikan tanggal 05 July 2026

Yoh 11 : 25-30


"Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, dan jiwamu akan mendapat ketenangan (ayat 29)"


"Kuk" dalam tradisi Yahudi dalam Perjanjian Lama melambangkan hukum-hukum atau aturan-aturan dalam hukum Taurat yang mengikat masyarakat Yahudi dalam semua hal yang berkaitan dengan semua aktifitas sehari-hari, baik individu maupun kelompok.


Tuhan Yesus datang membawa hal yang baru, yaitu "kasih" yang tentu saja jauh lebih ringan dan tidak memberatkan, justru memerdekakan.

Bukan berarti Tuhan Yesus tidak taat pada hukum Taurat yang berjumlah 613 itu, tetapi Yesus menggenapi inti hukum Taurat, yaitu kasih yang sering diabaikan dengan taat secara ketat dan kaku pada aturan tetapi melupakan esensi aturan-aturan tsb. 


Mungkin tanpa kita sadari, dalam kehidupan sehari-hari, lebih-lebih dalam pelayanan kita juga lebih mengedepankan aturan dari pada mengedepankan kasih, yang bisa menjadi batu sandungan bagi umat yang kita layani.


Mengikuti Tuhan Yesus, berarti menjadikan Tuhan Yesus sebagai kompas pelayanan, penunjuk arah kehidupan, sebagai "jalan, kebenaran dan hidup".

Mengikut Tuhan Yesus berarti senantiasa mengandalkan Dia dalam segala hal dalam hidup kita, bukan mengandalkan kekuatan diri sendiri, karena kita tidak akan mampu, terutama di kala dalam pergumulan berat.

Bersama TuhanYesus kita akan mendapatkan kekuatan untuk terus berjalan, karena kita percaya Tuhan Yesus dengan kasih-Nya yang besar dan tak bersyarat senantiasa berjalan bersama kita.


Sambil mengenakan "kuk" kasih hendaknya kita juga lemah lembut dan rendah hati kepada siapapun, seperti Tuhan Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, dengan demikian semua orang akan tahu kita adalah murid Kristus. 


Dengan menghidupi perintah Tuhan Yesus dalam perkataan dan perbuatan sehari-hari, Tuhan Yesus menjanjikan jiwa kita akan mendapat ketenangan, dengan sendirinya "Damai Sejahtera-Nya" akan hadir dalam hati,  keluarga dan komunitas kita, sehingga kerajaan Allah sungguh nyata hadir.


Pertanyaan refleksi:

- Apakah saya sudah berusaha belajar dari Yesus untuk lemah lembut dan rendah hati?

- Apakah saya lebih taat pada aturan dari pada mengutamakan kasih?


Doa:

Tuhan Yesus, jadikanlah aku lemah lembut dan rendah hati seperti Engkau.

Amin. 


Tuhan Yesus memberkati 🙏