Hari Minggu Biasa XX
Dipublikasikan tanggal 16 August 2026

Luk 1 : 39-56
Ada saat di mana kita membutuhkan sapaan, kunjungan dari
saudara, teman, komunitas untuk menimba kekuatan menghadapi permasalahan yang
kita hadapi.
Sebaliknya kita juga perlu memperhatikan sesama kita, saat
mereka membutuhkan sapaan di tengah
kesulitan mereka, kepedulian yang tulus akan sangat membantu menghadapi
permasalahan yang di hadapi.
Kepedulian Bunda Maria kepada Elizabeth saudarinya, di
tunjukkan dengan segera berangkat ke
sebuah kota di pegunungan Yehuda dimana Zakaria dan
Elizabeth tinggal, hal ini Maria lakukan setelah mendengar kabar dari malaikat
Gabriel bahwa Elizabeth saudarinya juga tengah mengandung seorang anak
laki-laki pada hari tuanya (ayat 36).
Pertemuan Maria dan Elizabeth adalah pertemuan dua wanita
yang luar biasa, dalam rahim Maria dan Elizabeth tengah bertumbuh dua pribadi
yang juga sungguh luar biasa, yang kelak akan mempertobatkan dan menyelematkan
begitu banyak jiwa-jiwa.
Elizabeth yang mandul, oleh kuasa Allah mengandung dalam masa tuanya, tentu
menghadapi situasi yang cukup pelik, selain kondisi tubuh yang sudah tidak muda
lagi, juga mengalami peristiwa yang luar
biasa, di mana suaminya Zakaria menjadi bisu sejak mendapat kabar kehamilannya
dari malaikat Gabriel, maka sapaan dan kunjungan Maria tentu sangat berarti dan
memberikan kekuatan bagi Elizabeth.
Maka ketika Maria masuk ke rumah Zakaria dan Elizabeth,
bisa di bayangkan betapa bersuka citanya Elizabeth ketika mendengar salam dari
Maria, "Melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan Elizabeth penuh
dengan Roh Kudus (ayat 41)"
Maria sendiri mengahadapi situasi yang tidak mudah,
meskipun sudah bertunangan dengan Yusuf, tetapi mereka belum terikat sebagai
suami istri.
Bagaimana mengabarkan kabar kehamilannya kepada Yusuf, ke
dua orang tuanya, menghadapi hukuman
rajam dari masyarakat Yahudi karena hamil di luar nikah, tentu sangat
menakutkan bagi Maria.
Di persatukan oleh kesulitan, Maria dan Elizabeth saling meneguhkan dan
saling menguatkan.
Allah menyatakan kemuliaan-Nya dari awal untuk keselamatan
umat-Nya melalui kehamilan Elizabeth di masa tuanya, dan Maria dalam masa
mudanya oleh Roh Kudus.
Semua tentu dalam rencana besar Allah untuk keselamatan
umat-Nya dari perbudakan dosa.
Maria dan Elizabeth di pilih mengandung bayi Yesus dan
bayi Yohanes pembaptis, tentu sudah di persiapkan dari awal oleh Allah, Maria dan Elizabeth mempunyai kwalitas iman
yang luar biasa, pribadi yang taat dan
setia pada kehendak Allah, hal ini di nyatakan oleh Maria, menanggapi kabar
dari malikat Gabriel, walaupun saat itu belum paham apa yang akan terjadi :
"Jadilah padaku menurut perkataanmu"
Dari Maria dan Elizabeth kita belajar ketaatan kepada
Allah, percaya pada rencana-Nya dalam hidup kita, meskipun kita tidak mengerti.
Kita menyadari
penziarahaan hidup tidaklah mudah, dibutuhkan stamina
rohani untuk mengarungi berbagai badai, tetapi bila kita saling menguatkan,
saling peduli, maka perjalanan akan terasa lebih ringan.
Semoga Allah menguatkan kita melewati setiap goncangan,
gelombang kehidupan dengan saling mengasihi, memperhatikan dan saling peduli
satu sama lain, agar bersama-sama mencapai garis akhir dengan baik.
Tuhan Yesus memberkati 🙏



