Hari Minggu biasa XXVI

Dipublikasikan tanggal 27 September 2026

Mat 21 : 28-32


Dalam bacaan Injil Minggu ini Tuhan Yesus memberikan  perumpamaan tentang dua orang anak dengan karakter yang saling bertolak belakang.

Keduanya di berikan perintah untuk bekerja dalam kebun anggur, si sulung menyanggupi, tetapi tidak pergi, si bungsu menolak, kemudian menyesal, lalu pergi juga (ayat 29,30)


Perumpamaan ini merupakan lanjutan dari perikop sebelumnya, dimana imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi yang mempertanyakan kuasa Tuhan Yesus dalam Mat 21 : 23.


Tuhan Yesus menegaskan bahwa Yohanes pembaptis datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepada mereka, tetapi mereka tidak percaya kepada pemberitaan Yohanes pembaptis, bahkan menolaknya. Tetapi justru orang-orang berdosa seperti pemungut cukai dan perempuan-perempuan berdosa percaya pada pemberitaan Yohanes, karenanya mereka beroleh keselamatan oleh pertobatan mereka.


Seperti Yohanes pembaptis yang memberitakan kebenaran kepada semua orang, rahmat keselamatan juga di berikan oleh Tuhan Yesus kepada semua umat manusia yang amat di kasihi-Nya.

Tawaran keselamatan di tawarkan dengan penuh kasih, tidak dengan kekerasan atau paksaan.


Dengan kehendak bebas yang Tuhan anugrahkan, umat manusia di berikan kebebasan untuk memilih tawaran kasih dari Tuhan Yesus.


Tentu saja tawaran dari Tuhan Yesus di tanggapi dengan sikap yang berbeda-beda.

Ada yang mendengar dan mengiyakan, tetapi tidak berupaya mendapatkan, karena tawaran dunia lebih menarik bagi mereka.

Sebaliknya ada yang pada awalnya mikir-mikir, bahkan menolak, tetapi kemudian menyesal dan bertobat, kemudian dengan perjuangan yang tidak mudah akhirnya menemukan dan menerima kebenaran keselamatan dari Tuhan.


Kedua sifat di atas tanpa kita sadari ada pada diri kita.

Perjuangan mempertahankan iman tentu bukan hal yang mudah, ada begitu banyak tantangan, ada begitu banyak godaan dunia menarik yang memudahkan hidup kita, banyak jalan pintas yang di tawarkan dunia.


Tentu saja Tuhan Yesus tahu kita mudah jatuh dalam kelemahan dan kerapuhan, karenanya Ia berjanji akan menyertai kita, berjalan bersama kita, menguatkan dan meneguhkan kita di saat kita lemah.


Pada akhirnya yang bertahan sampai akhir,  itulah yang akan beroleh kerajaan surga.

Karenanya sebagai umat beriman, sangat penting setiap saat menghadirkan Tuhan dalam hidup kita, menyiapkan waktu berdoa, membaca sabda-Nya, dan berusaha hidup seturut kehendaknya.


Semoga oleh urapan Roh Kudus-Nya, kita  di mampukan keluar sebagai pemenang dalam pergumulan kehidupan.


Mari kita belajar dari si bungsu yang meski semula menolak, tetapi kemudian menyesal dan pergi bekerja ke kebun anggur bapanya.


Tuhan Yesus memberkati 🙏