Hari Minggu Biasa XXX
Dipublikasikan tanggal 25 October 2026

Mat 22 : 34-40
Hukum yang terutama
Melalui Musa, Allah memberikan hukum kepada bangsa Israel sebagai tanda cinta Allah kepada umat pilihan-Nya.
Sebagai bangsa yang baru merdeka dari perbudakan, mereka membutuhkan panduan agar relasi dengan Allah dan sesama teratur dan harmonis.
Hukum yang terutama yang Allah berikan adalah mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi, sedangkan hukum yang ke dua adalah mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri
Dalam setiap jenjang kehidupan, kita tentu mempunyai prioritas sesuai kebutuhan kita saat itu, di awal kehidupan mungkin keluarga, pendidikan anak dan lain sebagainya menjadi prioritas utama kita.
Tetapi dengan berjalannya waktu, bertambahnya usia, dan iman yang semakin bertumbuh, kita akhirnya mempunyai kesadaran bahwa Allah seharusnya menjadi prioritas utama dalam hidup kita.
Kita yang oleh rahmat Allah
- Di tebus oleh pengorbanan putera-Nya di atas kayu salib
- Di bebaskan dari perbudakan dosa,
- Beralih dari manusia lama menjadi manusia baru
Juga di berikan hukum yang sama yang diterima oleh bangsa Israel, supaya kita sebagai pribadi yang telah merdeka dari dosa dapat hidup benar di hadapan Allah.
Untuk dapat mengasihi seseorang, tentu saja kita harus mengenal dekat pribadi orang tersebut, maka agar mampu mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi, tidak ada cara lain selain mengenal pribadi Allah.
Kita dapat mengenali siapakah Allah kita, bagaimana pribadi-Nya, apa yang menjadi kehendak-Nya melalui sabda-sabda-Nya.
Dengan mempelajari, merenungkan, dan mencari kebenaran sabda-Nya, kita dapat sungguh mengasihi Allah dan menjadikan Allah sebagai fokus hidup kita, baik kehendak, perasaan maupun tindakan kita.
Hukum ke dua :
Mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri.
Mengasihi Allah kita wujudkan dengan mengasihi sesama.
Kita di ajak menyadari bahwa kehidupan yang kita jalani, pergumulan hidup yang telah kita lalui, semata-mata karena kasih Allah.
Karena Allah adalah kasih, dan telah terlebih dahulu mengasihi kita, maka dengan penuh kesadaran kita ikut serta membagikan kasih yang telah kita terima dari Allah kepada sesama.
- Apa yang saya inginkan bagi diri sendiri, juga saya inginkan bagi sesama
- Apa yang tidak saya kehendaki terjadi pada diri saya, juga tidak boleh terjadi pada sesama.
Tuhan Yesus memberkati 🙏



