MISA HARI ULANG TAHUN PERKAWINAN (HUP) JANUARI 2017
Dipublikasikan tanggal 29 January 2017
Misa Hari Ulang Tahun Perkawinan (HUP) Januari 2017
“ Saya …[nama]... menerima engkau … [nama pasangan] dengan tetap setia... dalam untung dan malang, dalam suka maupun duka, dalam keadaan sehat maupun sakit,.....dan akan mendidik dan membesarkan anak-anak kita kelak. Demikianlah janji saya di hadapan Tuhan dan umat yang hadir.”
Penggalan janji di atas bukanlah janji gombal yang diucapkan saat penerimaan sakramen perkawinan untuk kemudian dilupakan. Janji di atas adalah janji suci yang bersifat sakramental – janji itu merupakan tanda rahmat Allah yang menguduskan dan menumbuhkan penerimanya menjadi dewasa dalam kasih dan iman dan akhirnya menjadi saksi Allah.
Hari ini, Minggu 29 Januari 2017 pada Misa pk 11.00 sebanyak 31 pasang suami istri mengucapkan kembali janji perkawinan mereka disaksikan anggota keluarga dan umat yang hadir. Tidak hanya janji perkawinan antar suami-istri, pasangan-pasangan ini juga mengucapkan janji untuk menjadi orang tua yang mendampingi anak-anak hingga menjadi manusia Kristiani yang dewasa, dan anak-anak pun mengucapkan janji untuk menjadi anak yang baik, mencintai dan patuh kepada orang tua.
Romo Robert Zon Piter Sihotang, OFMConv mengajak umat merenungkan tentang situasi dunia saat ini yang menampakan kebencian, kekerasan, dan permusuhan. Umat (keluarga-keluarga Kristiani) diharapkan menyerahkan diri kepada Allah supaya dapat memperoleh kebahagiaan. Diawali dengan merenungkan bacaan pertama dari Zef 2:3; 3:12-13, di sana disebutkan ada satu kelompok yang bertahan, yaitu sisa Israel. Mereka adalah umat yang rendah hati dan lemah yang mencari perlindungan kepada Tuhan. Mereka tidak melakukan kelaliman ataupun bicara bohong. Pada bacaan Injil (Mat 5: 1-12) dinyatakan tentang Sabda Bahagia, bahwa kebahagiaan akan dialami oleh mereka yang papa, tertindas, rendah hati, dan mau menerima kondisi hidup. Pada bacaan kedua (1Kor: 1:26-31) Rasul Paulus menunjukkan kepada umat di Korintus bahwa Tuhan memilih umatnya bukan menurut ukuran dunia. Allah memilih umatnya yang bersandar kepada Kristus, umat yang tergolong tidak terpandang dan lemah.
Maka, turutlah seperti apa yang dikatakan pemazmur untuk bersandar kepada Tuhan (lihat Maz 106: 47): “Selamatkanlah kami, ya Tuhan Allah kami, dan kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa, supaya kami bersyukur kepada namaMu yang kudus, dan bermegah dalam puji-pujian kepadaMu”. Keluarga-keluarga Kristiani hendaknya mengubah kekerasan, kebencian, dan permusuhan melalui keramah-tamahan, persahabatan, dan kelemah-lembutan.
Semoga keluarga-keluarga di Paroki St. Lukas semakin menyerahkan hidup mereka kepada Allah!
Selamat kepada pasangan:
1. Irwan & Emilda 2. Suryanto & Anne 3.Yohanes & Yulie 4. Harsono & Lusiana 5. Michael & Laurencia 6. Aripin & Linda 7. Sulung & Lilian 8. Kurniawan & Fanny 9. Andi & Lina 10. Alex & Lily 11. Peter & Dian |
12. Peter Tjoa & Lucy 13. Akhiong & Aniol 14. Hadi S & Pauline 15. Yosep Bisman & Helena 16. Sumardi & Rosaline 17. Albertus & Agnes 18. Ikim & Siska 19. Esther L. A & Yan Kris 20. Benny Indra & Nuruanti 21. Kristianto & Vonny 22. Teddy & Karmila |
23. Johan S & Bong Ha Khim 24. Danny & Novarna 25. Alex & Erlin 26. Vincent & Sulina 27. Suwardi 28. Andreas Jackson & Agatha Rinawati 29. Elis Gunawan 30. Yosen & Faria 31. Hardian Saputro & Novi Anggrayani |
Foto Kegiatan dapat dilihat pada http://parokisantolukas.org/gallerydetail.php?id=161